Kristian Prenga mendadak menjadi pusat perhatian setelah pertarungannya melawan Anthony Joshua yang berlangsung akhir pekan lalu. Meskipun hasil pertarungan tidak berpihak padanya, petinju asal Albania ini berhasil mencuri perhatian banyak orang. Sebelum pertarungan tersebut, Prenga hampir tidak dikenal di kelas berat dan dipilih sebagai lawan yang dianggap mudah bagi Joshua, yang berusaha mempertahankan momentum setelah meraih satu kemenangan meyakinkan atas Jake Paul dalam hampir dua tahun terakhir.
Dengan rekor 21 pertarungan, satu kekalahan, dan sisanya adalah kemenangan KO atas lawan-lawan yang kurang terkenal, Prenga mengejutkan banyak orang di ronde pertama. Dalam tiga menit pertama, ia berhasil menjatuhkan mantan juara dunia kelas berat terpadu tersebut dua kali. Kejadian ini sempat mengancam rencana Joshua untuk bertarung melawan Tyson Fury yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.
Kebangkitan Joshua dan Akhir Pertarungan
Namun, Joshua segera bangkit dan memasuki ronde kedua dengan performa yang lebih agresif, terus menekan Prenga. Sebelum bel berbunyi, Joshua melepaskan kombinasi pukulan keras ke dagu Prenga, yang membuat lawannya terjatuh dan tidak mampu bangkit sebelum hitungan wasit selesai. Meskipun kalah dengan KO, nama Prenga kini semakin diperhitungkan di divisi kelas berat.
David Adeleye Tertarik Melawan Prenga
David Adeleye, seorang petinju berusia 29 tahun, mengungkapkan ketertarikan untuk menghadapi Prenga dalam waktu dekat. Dalam wawancaranya dengan iFL TV, ia menyatakan, “Berikan saja kepada Prenga. Dia butuh pertarungan seperti melawan saya sekarang. Banyak pertarungan bagus untuk Prenga. Saya 100% mau melawannya, tapi saya suka Prenga, saya tidak akan meremehkannya. Saya suka dia dan timnya, mereka orang-orang baik.”
Adeleye sendiri memiliki catatan 14 kemenangan dari 16 pertarungan dan pernah meraih gelar juara kelas berat Inggris pada tahun 2025. Ia juga sempat menantang gelar Commonwealth pada tahun 2023, meskipun kalah dari Fabio Wardley.