Logo
Basket

Phoenix Mercury Lepas DeWanna Bonner untuk Kesempatan Gelar

Phoenix Mercury dan DeWanna Bonner sepakat untuk mengakhiri kontrak mereka melalui buyout, memberikan peluang bagi Bonner untuk bergabung dengan tim lain dan mengejar gelar juara di akhir kariernya.

B
Bayu Biru
26 August 2026 21 pembaca
Langkah tersebut membuka peluang bagi DeWanna Bonner untuk bergabung dengan tim lain dan mengejar gelar juara di penghujung kariernya. (Foto: AP)
Langkah tersebut membuka peluang bagi DeWanna Bonner untuk bergabung dengan tim lain dan mengejar gelar juara di penghujung kariernya. (Foto: AP)

Pada hari Senin, 24 Agustus, Phoenix Mercury dan DeWanna Bonner, yang merupakan bintang enam kali All-Star, mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak mereka melalui mekanisme buyout. Langkah ini memungkinkan Bonner untuk mencari klub baru dan berupaya meraih gelar juara di penghujung kariernya.

Setelah masuk dalam waiver wire, Bonner akan menjadi free agent tanpa batasan jika tidak ada tim lain yang memilihnya. Ini berarti pemain berusia 39 tahun tersebut dapat menandatangani kontrak dengan klub mana pun. General manager Mercury, Nick U'Ren, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada Bonner agar dapat berpartisipasi dalam playoff pada salah satu musim terakhirnya sebagai pemain profesional.

Pujian untuk Phoenix Mercury

"DeWanna merupakan bagian penting dari tim kami dan membawa kepemimpinan, pengalaman, serta daya saing yang luar biasa," ungkap U'Ren dalam pernyataan resminya. Menurut agen Bonner, Mike Cound, keputusan ini tidak muncul dari adanya masalah antara Bonner dan tim. Ia justru memberikan apresiasi kepada Phoenix karena telah memberikan kesempatan bagi Bonner untuk mencari peluang baru.

"Mereka luar biasa. Banyak tim di liga mungkin tidak akan mempertimbangkan hal seperti ini, tetapi ini adalah situasi khusus dan Phoenix adalah organisasi yang sangat ramah terhadap pemain," kata Cound kepada ESPN.

Karier dan Statistik DeWanna Bonner

DeWanna Bonner menghabiskan sepuluh musim pertamanya bersama Phoenix Mercury, di mana ia berkontribusi dalam meraih dua gelar WNBA, terpilih sebagai All-Star tiga kali, serta meraih penghargaan Sixth Player of the Year sebanyak tiga kali. Setelah meninggalkan Mercury, Bonner bermain untuk Connecticut Sun selama lima musim sebelum bergabung dengan Indiana Fever pada tahun 2025. Sayangnya, masa baktinya di Indiana tidak berlangsung lama, dan ia kembali ke Mercury.

Pada musim lalu, Bonner membantu timnya mencapai WNBA Finals, meskipun Mercury gagal meraih gelar setelah kalah dari Las Vegas Aces. Musim 2026 menjadi tahun yang mengecewakan bagi Phoenix, dengan rekor 13-24 yang memastikan mereka tidak lolos ke playoff. Dalam 37 pertandingan, Bonner mencatat rata-rata 10,6 poin, 6,1 rebound, 1,5 assist, dan 1,2 steal, termasuk 26 kali sebagai starter.

Secara keseluruhan, Bonner tetap menjadi salah satu pemain paling produktif dalam sejarah WNBA. Ia menempati peringkat ketiga dalam daftar pencetak angka terbanyak sepanjang masa dan merupakan salah satu dari sedikit pemain yang berhasil mencapai 8.000 poin. Selain itu, ia berada di posisi kelima dalam kategori rebound, keenam dalam steal, dan ke-10 dalam tembakan tiga angka.

"Pada tahap karier ini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi saya berterima kasih kepada Mercury karena memberi saya kesempatan untuk bermain di salah satu peluang playoff terakhir dalam karier saya," ungkap Bonner.

Artikel Terkait