Logo
Berita Olahraga

Proses Naturalisasi Arina Varaksina untuk Memperkuat Tim Tenis Indonesia di SEA Games 2027

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) sedang mengurus naturalisasi petenis asal Rusia, Arina Varaksina, untuk memperkuat kontingen Indonesia di SEA Games 2027. Proses ini diharap...

A
Atha Aziz
15 October 2026 27 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Petenis putri asal Rusia, Arina Varaksina, tengah diproses naturalisasinya oleh PP Pelti untuk diproyeksikan memperkuat Indonesia pada SEA Games 2027 di Malaysia.(Dokumentasi PP Pelti)
Petenis putri asal Rusia, Arina Varaksina, tengah diproses naturalisasinya oleh PP Pelti untuk diproyeksikan memperkuat Indonesia pada SEA Games 2027 di Malaysia.(Dokumentasi PP Pelti)

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) saat ini tengah menjalani proses naturalisasi untuk petenis putri asal Rusia, Arina Varaksina. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat tim tenis Indonesia dalam ajang SEA Games 2027 yang akan berlangsung di Malaysia.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PP Pelti, Ardi Rivali, menjelaskan bahwa saat ini berkas administrasi Arina sedang ditangani oleh tim hukum federasi. Proses ini memerlukan ketelitian dan waktu agar dapat diselesaikan dengan baik. "Dia sudah tinggal di Indonesia selama lebih dari 10 tahun sejak umur setahun dan tertarik membela Indonesia," ujar Ardi Rivali setelah menghadiri pembukaan Liga Tenis Indonesia Seri 2 pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Profil Arina Varaksina

Meskipun lahir di Rusia, Arina Varaksina yang kini berusia 19 tahun tidak memiliki hubungan darah dengan Indonesia. Ia menghabiskan masa kecilnya di Indonesia sebelum kembali ke Rusia untuk menjalani pelatihan intensif. Saat ini, Arina telah memutuskan untuk kembali menetap di Indonesia. PP Pelti menilai bahwa keputusan untuk menaturalisasi Arina didasarkan pada kualitas permainannya serta rekam jejak yang baik. Meskipun berada di peringkat 900 dunia dalam daftar Women's Tennis Association (WTA), Arina pernah mengalahkan petenis yang berada di peringkat 150 besar dunia, menunjukkan bahwa kemampuannya sebanding dengan atlet nasional terkemuka seperti Priska Madelyn Nugroho.

Arina juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan domestik, termasuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada Desember 2025 dan Liga Tenis Indonesia, serta berhasil meraih posisi teratas di Kejurnas Piala Kasau pada awal 2026.

Fokus PP Pelti Menuju SEA Games 2027

Setelah menyelesaikan agenda Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, PP Pelti kini mengalihkan perhatian mereka untuk mempersiapkan atlet menuju SEA Games 2027. Federasi ini memperkirakan bahwa beberapa pemain utama mungkin tidak dapat berpartisipasi karena bentrok dengan jadwal kejuaraan WTA yang padat. Oleh karena itu, penguatan kedalaman tim menjadi prioritas utama. Selain mengurus proses naturalisasi Arina Varaksina, PP Pelti juga memantau bakat muda lainnya, seperti Ethan David Zapp, seorang atlet berusia 17 tahun yang memiliki darah Indonesia-Jerman dan sebelumnya pernah membela tim di Piala Davis.

Ardi Rivali berharap semua dokumen yang diperlukan untuk Arina dapat diselesaikan tepat waktu sehingga ia dapat berkompetisi untuk Indonesia di Malaysia.

Di sisi lain, PP Pelti juga menyelenggarakan Liga Tenis Indonesia Seri 2 di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur. Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi atlet junior yang sedang bertransisi ke kategori senior. "Selama ini belum pernah ada Liga Tenis di Indonesia, jadi kini hadir untuk menjawab kebutuhan teman-teman yang ingin menampung pemain junior yang akan beralih ke pemain senior," kata Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar Asti. Turnamen ini berlangsung hingga 17 Oktober 2026 dan merupakan kelanjutan dari Seri 1 yang diadakan pada Agustus lalu.

Dengan penyelenggaraan liga ini, diharapkan dapat menguji konsistensi dan meningkatkan kemampuan bertanding para atlet secara berkelanjutan. Pada Seri 2 kali ini, panitia menyediakan 32 tempat di babak utama untuk sektor putra dan putri. Sebelum memasuki babak utama, sebanyak 120 peserta telah bersaing di babak kualifikasi yang dimulai sejak 12 Oktober, dengan sebagian besar kontestan merupakan petenis yang baru memasuki level senior serta atlet junior yang berada di fase akhir pembinaan.

Artikel Terkait