Jakarta: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melanjutkan inisiatifnya dengan menyelenggarakan Football Medical Workshop 2026 Batch 2 di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur, Jakarta Timur, pada 12-14 Oktober 2026. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang ditandai dengan pemukulan gong, dihadiri oleh tenaga medis, termasuk dokter dan fisioterapis yang terlibat dalam sepak bola Indonesia.
Workshop ini merupakan langkah nyata PSSI untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis, khususnya dokter dan fisioterapis, serta mendorong adanya standardisasi praktik pengobatan dalam sepak bola di Indonesia. Erick Thohir mengungkapkan harapannya agar semua peserta dapat menjadi agen perubahan dalam dunia sepak bola tanah air. Ia menekankan bahwa dalam sepak bola, peran pemilik klub dan pelatih memang penting, tetapi keberadaan tenaga medis juga sangat krusial.
Pentingnya Peran Tim Medis dalam Sepak Bola
Ketua Umum PSSI tersebut menegaskan bahwa fokus utama dalam pengembangan sepak bola nasional adalah para pemain. Oleh karena itu, semua elemen pendukung, termasuk tim medis klub, memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan atlet berada dalam kondisi optimal saat berlatih maupun bertanding. "Kita perlu seluruh komponen untuk perbaikan sepak bola nasional dari berbagai sisi. Bukan hanya pelatih, wasit, pemain, tapi medical supporting system menjadi sangat penting," ujar Erick Thohir.
Pengembangan Berkelanjutan untuk Tenaga Medis
Ke depan, PSSI berkomitmen untuk memperluas program pengembangan pengobatan sepak bola ke berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas bagi dokter dan fisioterapis yang berminat untuk berkontribusi dalam kemajuan sepak bola di tanah air. Erick Thohir juga berharap peningkatan kompetensi tenaga medis dapat dilakukan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat ekosistem sepak bola Indonesia agar semakin profesional, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
"Saya berharap juga yang hadir di sini jangan sekadar hadir, tapi inilah bagaimana kalian men-challenge diri kalian menjadi agents of change di sepak bola Indonesia," harap Erick Thohir.