Logo
Berita Olahraga

Putra Tri Ramadani Melaju ke Semifinal di World Climbing Wujiang 2026

Putra Tri Ramadani menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil lolos ke semifinal nomor Lead dalam ajang World Climbing Wujiang 2026, sementara tiga rekannya gagal di babak kualifikasi.

E
Elvira Adhitama
08 May 2026 16 pembaca
Putra Tri Ramadani Melaju ke Semifinal di World Climbing Wujiang 2026
Foto: Dok. FPTI/Putra Tri Ramdani

Jakarta - Dalam ajang World Climbing Wujiang 2026, Indonesia hanya berhasil mengirim Putra Tri Ramadani ke semifinal pada nomor Lead. Tiga atlet lainnya tidak berhasil melanjutkan setelah kalah di babak kualifikasi.

Pertandingan yang berlangsung di Wujiang, China, pada Jumat (8/5) pagi, menyaksikan Putra berhasil menempati posisi empat teratas dalam babak kualifikasi, sehingga memastikan satu tempat di semifinal dan akan bersaing dengan 23 atlet lainnya. "Bisa lolos ke babak berikutnya itu sudah pencapaian. Tapi, saya ingin terus melaju. Jadi, mohon doanya ya," ungkap Putra dalam keterangan resmi dari federasi.

Performa Atlet Lain

Di nomor Lead putra, selain Putra, Timnas panjat tebing Indonesia juga menurunkan Raviandi Ramadan. Namun, Raviandi tidak berhasil mengikuti jejak Putra dan hanya mampu menempati peringkat ke-29. Di sektor putri, Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany juga harus puas dengan peringkat ke-49 dan 55. Semifinal untuk nomor Lead baik putra maupun putri hanya diikuti oleh 24 atlet terbaik.

Harapan Pelatih

Pelatih Lead Timnas Panjat Tebing Indonesia, Amri, menyatakan bahwa hasil ini memang sesuai dengan prediksi yang ada. Ia berharap Putra Tri Ramadani dapat menjaga fokusnya agar langkahnya tidak terhenti di babak selanjutnya. "Keberhasilan Putra Tri Ramadani lolos ke babak selanjutnya memang sudah sesuai prediksi. Tinggal menjaga fokus agar terus bisa melaju ke babak berikutnya," jelasnya.

Amri juga menambahkan bahwa wajar jika atletnya, khususnya Alma, merasa sedikit gugup, mengingat ini adalah pengalaman pertamanya berkompetisi di seri World Climbing. "Ini adalah world climbing series pertama bagi Alma. Jadi mungkin dia sedikit gugup. Tapi, dia cukup punya potensi sehingga harus mendapat jam terbang," tuturnya.

Artikel Terkait