Ketidakhadiran penyerang utama Ragnar Oratmangoen dalam dua laga terakhir Persib Bandung menimbulkan rasa penasaran. Ragnar tidak tampil dalam pertandingan melawan Port FC di ASEAN Club Championship dan juga saat Persib berhadapan dengan Dewa United di Super League 2026-2027. Dalam pertandingan terakhir, ia bahkan tidak terdaftar dalam susunan pemain yang ditangani oleh Igor Tolic.
Kondisi fisik yang tertekan setelah membantu Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Tolic mengungkapkan bahwa jadwal padat bersama Skuad Garuda ditambah perjalanan udara yang melelahkan membuat Ragnar mengalami ketidaknyamanan fisik. Situasi ini mendorong tim pelatih untuk mengambil langkah preventif demi menghindari risiko cedera pada pemain tersebut.
Langkah Hati-hati Pelatih
“Masalahnya sama, dua pertandingan dalam waktu singkat untuk Timnas, bepergian ke sana (Thailand) setelah satu sesi latihan dijalani, ia merasakan suatu ketidaknyamanan, kami tidak ingin mengambil risiko,” jelas Igor Tolic. Kebijakan menjaga kebugaran pemain ini tidak hanya berlaku bagi Ragnar. Tolic juga menjelaskan bahwa penarikan beberapa pemain kunci di tengah laga melawan Dewa United pada Minggu (11/10/2026) seperti Patricio Matricardi (Pato) dan Gabriel Mutombo (Gabi) diambil dengan pertimbangan yang sama untuk mencegah cedera yang lebih serius.
“Sama seperti Pato (Patricio Matricardi) yang keluar di tengah laga (vs Dewa United) itu dilakukan agar kami tidak mengambil risiko. Gabi (Gabriel Mutombo) juga, saya akan melihat apa yang terjadi. Beckham (Putra) juga sama,” tambah pelatih asal Kroasia tersebut.
Tantangan Musim yang Berat
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menyoroti tantangan berat yang dihadapi timnya di musim 2026-2027. Berpartisipasi dalam empat kompetisi sekaligus menuntut perjalanan panjang, terutama saat melakoni laga tandang. Hal ini diperburuk oleh minimnya fasilitas pemulihan mandiri yang dimiliki klub, sehingga tim harus mengandalkan hotel untuk proses pemulihan.
“Duduk selama 12 jam di dalam pesawat lalu kami tiba di sini, kami pergi ke hotel untuk pemulihan. Jadi kami tidak memiliki fasilitas pemulihan,” ungkapnya. “Kami bermain dalam empat kompetisi seperti Manchester City. Jadi kami tahu, kami harus tahu tempat kami,” tegas Tolic.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Maung Bandung bertekad untuk terus mengharumkan nama klub di pentas Asia dan memberikan kebanggaan bagi para suporter. Tolic meminta semua pihak untuk tetap realistis dalam melihat situasi di tengah keterbatasan fisik para pemain. “Kami sedang berkembang, kami memberikan begitu banyak kesenangan dan kebahagiaan kepada para suporter. Kami pergi ke seluruh Asia, kami mewakili klub dengan baik. Kami hanya perlu bersikap realistis,” ujarnya.
“Jika Anda bermimpi, maka teruslah bermimpi. Jika Anda bermimpi memenangkan empat kompetisi, mengalahkan semua orang, maka Anda harus terus bermimpi karena kenyataannya adalah, mungkin kami akan melakukannya,” tambah Tolic. Ia menegaskan komitmen seluruh elemen tim untuk terus berjuang meskipun menghadapi tantangan yang sangat berat. “Tetapi kenyataannya sangat berbeda. Kami sedang berjuang, tapi para pemain mengerahkan segalanya. Semua orang di klub, di sini di jajaran staf, memberikan segalanya. Jadi kami akan terus melakukan ini dan kita lihat apa yang terjadi,” pungkasnya.