Logo
Sepakbola

Ramon Vega Siap Tantang Gianni Infantino dalam Pemilihan Presiden FIFA

Pemilihan umum Presiden FIFA yang dijadwalkan pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko, akan menghadirkan mantan pemain Tottenham Hotspur, Ramon Vega, sebagai penantang Gianni Infantino yang masih menjadi...

A
Atha Aziz
08 October 2026 24 pembaca
Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan menawarkan Maroko kesempatan menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030 di tengah krisis yang mengguncang kepemimpinannya.(XinHua/Wu Wei)
Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan menawarkan Maroko kesempatan menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030 di tengah krisis yang mengguncang kepemimpinannya.(XinHua/Wu Wei)

Pemilihan umum untuk posisi Presiden FIFA semakin mendekati waktu pelaksanaannya yang dijadwalkan pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Gianni Infantino tetap menjadi kandidat utama untuk melanjutkan masa kepemimpinannya yang keempat, meskipun dihadapkan pada berbagai kontroversi dan tekanan global. Hingga saat ini, hanya Infantino yang terlihat siap untuk berpartisipasi dalam pemilihan ini. Beberapa nama sempat diusulkan sebagai pesaingnya, termasuk Victor Montagliani, Sheikh Salman bin Ebrahim, dan Nasser Al Khelaifi. Namun, baru-baru ini muncul satu nama baru yang menarik perhatian, yaitu Ramon Vega, yang dikenal sebagai mantan bek Tottenham Hotspur.

Ramon Vega Maju sebagai Penantang

Ramon Vega, mantan pesepakbola berkewarganegaraan Swiss yang juga pernah bermain untuk Celtic dan Watford, kini bersiap untuk menantang Gianni Infantino dalam pemilu mendatang. Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada tahun 2004, Vega beralih ke bidang keuangan. Dalam pernyataannya kepada BBC, ia mengungkapkan niatnya untuk maju sebagai calon Presiden FIFA dengan tujuan memodernisasi organisasi tersebut dan mengembalikan kepercayaan publik.

"Saya mencalonkan diri untuk menyatukan kembali keluarga sepak bola global, mewujudkan reformasi yang tulus dan berkelanjutan, memodernisasi FIFA untuk abad ke-21, memulihkan stabilitas dan kredibilitas, serta membangun kembali kepercayaan yang sangat dibutuhkan oleh olahraga kita," ungkap Vega. Ia menekankan bahwa sepak bola bukanlah milik segelintir orang, melainkan harus kembali kepada masyarakat umum dan semua pelaku dalam dunia sepak bola.

Kritik terhadap FIFA dan Harapan untuk Perubahan

Vega juga menyampaikan kritik terhadap FIFA yang dianggapnya telah merusak moral sepak bola dan mengalami masalah dalam tata kelola organisasi. Menurutnya, hal ini telah menyebabkan hilangnya kepercayaan publik terhadap FIFA dan harus segera diperbaiki. "Kepemimpinan saat ini telah merusak moral sepak bola. Tata kelola yang lemah telah merusak kredibilitas FIFA dan mengikis kepercayaan di seluruh keluarga sepak bola global. Kita harus menghentikan konflik ini agar tidak semakin memburuk," tegasnya.

Vega menambahkan, "Pertarungan yang didorong oleh ego dalam administrasi sepak bola tidak boleh dibiarkan merugikan mereka yang paling penting: para pemain, pelatih, wasit, dan pendukung di seluruh dunia. Mereka tidak bertanggung jawab atas konflik-konflik ini. Mereka pantas mendapatkan yang lebih baik." Ia menegaskan bahwa sepak bola berada dalam kondisi kritis dan memerlukan reformasi yang mendasar.

Di akhir pernyataannya, Vega menekankan pentingnya untuk menyatukan kembali keluarga sepak bola, memulihkan kepercayaan, dan membawa stabilitas serta modernisasi dalam tata kelola FIFA. "Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. FIFA membutuhkan arah baru dan reformasi mendasar. Ini membutuhkan perubahan yang tegas - bukan penyesuaian kosmetik," tutupnya.

Artikel Terkait