Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mengalami kekalahan mengecewakan di babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2026. Sebagai salah satu bintang baru yang diharapkan bersinar, mereka harus menghadapi kenyataan pahit setelah dikalahkan oleh pasangan Junaidi/Yap.
Kekalahan tersebut membuat Raymond merasa perlu segera melakukan perbaikan. Ia menyadari bahwa performa mereka dalam beberapa turnamen terakhir menunjukkan penurunan. "Puji Tuhan tidak ada cedera apapun tapi memang belum dikasih kemenangan. Pastinya kami tidak puas dengan hasil ini, kami merasa kami belum menemukan lagi performa terbaiknya. Persiapan di latihan sudah berjalan baik, kami selalu memberikan yang semaksimal mungkin," ungkap Raymond saat diwawancarai oleh media.
Analisis Kekalahan dan Harapan untuk Masa Depan
Dalam pertandingan tersebut, Raymond dan Joaquin sempat unggul 16-13 di gim pertama, namun mereka kehilangan momentum dan lawan berhasil mencetak delapan poin berturut-turut. "Kami seringkali seperti ini dan belum ketemu formula untuk memperbaikinya. Tapi kami yakin kami bisa dan akan menemukan jalan keluarnya. Di beberapa turnamen terakhir ini hasilnya kurang baik, menurun drastis tapi kami mau pelan-pelan naik lagi," tambah Joaquin, melengkapi pernyataan Raymond.
Pentingnya Mentalitas dalam Permainan
Salah satu aspek yang perlu diperbaiki oleh pasangan ini adalah mentalitas mereka. Meskipun memiliki keterampilan yang baik di lapangan, mentalitas yang belum terbentuk dengan solid mempengaruhi konsistensi permainan mereka. Diharapkan dengan fokus pada peningkatan mentalitas, Raymond dan Joaquin dapat kembali menemukan performa terbaik mereka di turnamen mendatang.