Real Madrid Basketball harus menelan pil pahit setelah kalah dari Río Breogan dalam laga pekan ke-30 Liga Endesa. Tim yang dilatih oleh Sergio Scariolo ini menunjukkan dominasi di awal pertandingan, namun tim asal Galicia tersebut berhasil merespons dengan baik sebelum jeda dan unggul hingga kuarter terakhir.
Walaupun berusaha keras untuk melakukan kebangkitan di detik-detik terakhir, tim Madrid tidak mampu mengubah keadaan dan harus rela kalah di kandang sendiri, meskipun tetap berada di posisi teratas klasemen. Pemain-pemain kunci seperti Len, yang mencetak 17 poin dan PIR 26, Llull dengan 20 poin dan 21 PIR, serta Hezonja yang menyumbang 16 poin dan 21 PIR, menjadi andalan bagi tim.
Dominasi Awal dan Perlawanan Río Breogan
Pertandingan dimulai dengan performa baik dari anak-anak asuh Scariolo, yang lebih efektif dalam serangan, terutama dalam mencetak poin dari area dalam. Hezonja menjadi bintang di kuarter pertama dengan 5 poin, 3 rebound, dan 2 assist, sementara Maledon dan Len masing-masing menambah 3 poin, sehingga tim menutup kuarter pertama dengan keunggulan tiga poin (18-15).
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Tim Galicia berhasil memperlebar jarak dengan mencetak poin berturut-turut 2-11. Meskipun Real Madrid berusaha untuk mengejar, Río Breogan kembali mengambil alih, berkat akurasi tembakan tiga angka dari Andric dan Aranitovic yang membawa skor menjadi 77-82.
Usaha Terakhir Real Madrid
Real Madrid tidak menyerah begitu saja. Llull menunjukkan ketajamannya dengan dua tembakan tiga angka dan akurasi dari garis lemparan bebas, yang memberikan harapan bagi timnya dengan memperkecil selisih menjadi tiga poin di menit-menit akhir. Namun, dengan hanya tiga detik tersisa, Lyles berusaha menciptakan momen krusial dengan terjadinya 2+1 yang dapat menyamakan kedudukan. Sayangnya, setelah peninjauan oleh pelatih tim tamu, wasit memutuskan untuk memberikan pelanggaran terhadap Lyles.
Pemain asal Kanada tersebut berhasil memasukkan satu lemparan bebas, dan setelah rebound, pelanggaran terhadap Feliz memberikan kesempatan bagi Río Breogan untuk mengamankan kemenangan dari garis lemparan bebas, sehingga mencegah Real Madrid meraih kemenangan di Movistar Arena dengan skor akhir 97-101.