Logo
Basket

Real Madrid Kehilangan Dua Bintang Muda Menuju NCAA

Akademi Basket Real Madrid akan ditinggal dua pemain berbakat, Ilia Frolov dan Egor Amosov, yang memilih untuk berkarier di NCAA. Keduanya telah menunjukkan performa yang mengesankan di kompetisi Erop...

A
Arya Satya
18 June 2026 7 pembaca
Real Madrid Kembali Ditinggal Dua Pebasket Berbakat ke NCAA
Real Madrid Kembali Ditinggal Dua Pebasket Berbakat ke NCAA

Akademi Basket Real Madrid menghadapi kehilangan signifikan dengan keputusan dua talenta muda mereka, Ilia Frolov dan Egor Amosov, untuk melanjutkan karier di NCAA. Frolov, seorang power forward yang memiliki tinggi 2,12 meter dan akan merayakan ulang tahunnya yang ke-18 pada hari Kamis, hampir dipastikan bergabung dengan Universitas Arkansas setelah mempertimbangkan berbagai tawaran. Sementara itu, Amosov, seorang forward berusia 18 tahun dengan tinggi 2,01 meter, akan bergabung dengan UConn.

Kedua pemain ini telah menjadi bagian penting dari tim yang berhasil meraih posisi runner-up di Turnamen Generasi Berikutnya Euroleague, setelah kalah dari Barcelona. Mereka juga berhasil membawa timnya meraih gelar juara di Kejuaraan Junior Spanyol dan Liga U, mengalahkan Blaugrana di kedua final tersebut. Dalam kompetisi yang baru dimulai musim ini, hanya rekan setim mereka, Izan Almansa, yang memiliki statistik lebih baik dibandingkan mereka.

Statistik Menjanjikan

Amosov mencatatkan rata-rata 14,6 poin, 6,0 rebound, dan 16,5 PIR, sementara Frolov mencatatkan 13,5 poin, 7,4 rebound, dan efisiensi 15,6. Keberangkatan kedua pemain Rusia ini menyusul Gunars Grinvalds, pemain asal Latvia yang sebelumnya telah mengumumkan kepindahannya ke UCLA. Hal ini menunjukkan tren perpindahan talenta muda dari Eropa ke NCAA yang semakin meningkat.

Perpindahan Talenta Muda

Dalam beberapa tahun terakhir, Real Madrid telah kehilangan beberapa pemain berbakat seperti Henri Veesaar, Sidi Gueye, Declan Duru, Egor Demin, Jan Vide, Ismaila Diagné, dan Mitar Bosnjakovic. Izan Almansa juga berpotensi mengikuti jejak mereka, yang akan memulai pengalaman baru di Amerika. Di Eropa, NCAA tidak memiliki saingan dalam hal imbalan finansial bagi pemain muda. Melalui hak NIL (nama, citra, dan kemiripan), pemain dengan pengalaman terbatas dapat menerima imbalan yang mencapai jutaan dolar, sebuah angka yang sulit dicapai di Eropa untuk usia mereka. Dengan demikian, sulit untuk menghentikan aliran bakat yang merugikan akademi-akademi terkemuka di Eropa, termasuk Real Madrid dan Barcelona.

Artikel Terkait