Logo
Basket

Rencana Pengembangan Juste Jocyte oleh Natalie Nakase

Pelatih kepala Golden State Valkyries, Natalie Nakase, menjelaskan alasan minimnya menit bermain rookie Juste Jocyte, yang masih dalam tahap adaptasi di WNBA.

D
Dhearatika Jaya
16 June 2026 18 pembaca
Juste Jocyte ingin dikembangkan secara maksimal oleh Natalie Nakase. (Gambar: Valkyries Beat)
Juste Jocyte ingin dikembangkan secara maksimal oleh Natalie Nakase. (Gambar: Valkyries Beat)

Pelatih kepala Golden State Valkyries, Natalie Nakase, baru-baru ini menjelaskan mengapa rookie Juste Jocyte jarang mendapatkan kesempatan bermain di lapangan. Menurut Nakase, Jocyte masih berada dalam proses adaptasi untuk berkompetisi di WNBA.

Sejak bergabung dengan tim, Jocyte memang tidak sering diturunkan, bahkan beberapa kali tidak bermain sama sekali atau hanya mendapatkan waktu bermain yang sangat terbatas. Saat ditanya mengenai hal ini, Nakase menyatakan bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi Jocyte agar bisa tampil lebih baik di masa mendatang.

Proses Adaptasi yang Diperlukan

"Dia masih beradaptasi. Saya akan sedikit membimbingnya agar lebih berperan sebagai pengatur bola untuk tim kami. Ini tahun pertama saya melatihnya. Jadi saya ingin memberinya sedikit ruang. Hal pertama yang pasti adalah tidak membebaninya secara berlebihan, dan sekarang saya bisa membuatnya sedikit merasa tidak nyaman. Dia menanganinya dengan sangat baik," ungkap Nakase dalam wawancaranya dengan media setempat.

Pernyataan Nakase ini memberikan kejelasan setelah beberapa minggu menjawab pertanyaan tentang Jocyte dan visi tim untuknya. Pelatih Valkyries tersebut berencana memanfaatkan Jocyte dengan cara yang mirip dengan Veronica Burton dan Kaitlyn Chen, sebagai pengatur permainan yang mampu menggunakan kecerdasan dan kemampuannya dalam mengatur serangan untuk memimpin permainan.

Rencana yang Memerlukan Waktu

Rencana ini dianggap logis dan memberikan arah yang jelas bagi perkembangan Jocyte. Namun, Nakase menekankan bahwa proses ini memerlukan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan Jocyte dapat berkembang menjadi pemain yang lebih matang di lapangan.

Artikel Terkait