Pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto dan Daniel Edgar Marvino, berhasil melaju ke babak final turnamen Kudus Indonesia Masters World Tour Super 100. Mereka meraih kemenangan atas rekan senegara, Taufik Aderya dan Alexius Ongkytama Subagio, dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu malam (24/10).
Rian dan Edgar berhasil menundukkan lawan mereka setelah melalui laga yang sangat menegangkan dengan skor akhir 21-18, 17-21, dan 22-20. Rian mengungkapkan, "Alhamdulillah bermain dengan lancar tanpa cedera. Dari game pertama, kedua, dan ketiga terutama di game ketiga kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri, lawan jadi percaya diri apalagi di game kedua juga saat poinnya mepet-mepet lawan bisa membalikkan keadaan dan berujung menang."
Ia menambahkan, "Pastinya senang ya, akhirnya setelah beberapa pertandingan bersama Daniel akhirnya bisa mencapai final, tapi masih ada satu pertandingan lagi besok jadi jaga kondisi dan maksimalkan kesempatan ini." Kini, mereka akan berusaha meraih gelar pertama mereka dengan menghadapi pasangan asal Korea Selatan, Jin Yong dan Jo Song Hyun.
Richie Duta Juga Melaju ke Final
Di sisi lain, bintang muda Indonesia, Richie Duta Richardo, juga berhasil mencapai final turnamen yang sama setelah mengalahkan wakil dari China, Zhu Xuan Chen. Richie yang tidak diunggulkan, berhasil menyingkirkan unggulan ketiga tersebut melalui pertandingan ketat dengan skor 21-16, 13-21, dan 21-16.
Richie menyatakan, "Bersyukur bisa menjalani pertandingan hari ini dengan baik tanpa adanya cedera atau apapun yang tidak diinginkan, sama bisa diberikan kemenangan dan membalas kekalahan di minggu lalu (Malaysia Masters Super 100)." Ia juga mengakui bahwa di game kedua, ia terlalu banyak melakukan kesalahan dan memutuskan untuk menyimpan tenaga untuk game ketiga.
Target Gelar Kedua bagi Richie
Richie Duta Richardo kini akan berupaya meraih gelar keduanya di musim ini pada final Kudus Indonesia Masters 2026, di mana ia akan berhadapan dengan wakil dari China lainnya, Dong Tian Yao.