Program bola basket St. John's Red Storm tengah mencari cara untuk meningkatkan performa mereka setelah berhasil mencapai babak Sweet 16 pada musim 2025-26. Meskipun mengalami kekalahan tipis dari Duke di babak tersebut, musim itu tetap dianggap sukses di bawah kepemimpinan Rick Pitino.
Keputusan mengejutkan datang ketika guard Dylan Darling memutuskan untuk pindah ke Grand Canyon University di awal musim ini, setelah menunjukkan penampilan yang mengesankan selama turnamen bersama Red Storm. Pitino kemudian memberikan klarifikasi mengenai alasan di balik keluarnya Darling. “Itu lebih karena situasi keuangan. Kami sangat senang untuk Dylan,” ungkap Rick Pitino, seperti yang dilaporkan oleh Zach Braziller dari New York Post di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Performa Menonjol Dylan Darling
Sepanjang musim lalu, Darling mencatat beberapa momen penting untuk St. John's, dengan layup penentu kemenangannya melawan Kansas Jayhawks di Babak 32 Besar menjadi sorotan utama. Kemenangan tersebut membawa timnya melaju ke babak 16 Besar untuk menghadapi Duke.
Meskipun Red Storm aktif dalam bursa transfer pemain, kehilangan kontribusi dan pengalaman yang dimiliki Darling akan menjadi tantangan tersendiri. Pitino dan timnya kini berupaya menemukan cara untuk membawa St. John's lebih jauh dalam persaingan gelar juara, setelah beberapa kali tampil solid di turnamen selama masa kepemimpinannya. Menambahkan pemain bintang sejati atau prospek level lotere NBA melalui portal transfer atau jalur perekrutan akan sangat membantu dalam mencapai tujuan tersebut.