Jakarta - Rizki Juniansyah telah mempersiapkan diri untuk debutnya di Asian Games 2026. Atlet angkat besi yang telah meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024 ini mengungkapkan bahwa ia sudah sepenuhnya pulih dari cedera bahu yang dialaminya bulan lalu. Rizki akan berlaga di kelas 85 kg putra dan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia dalam meraih medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang.
"Alhamdulillah cukup baik. Untuk Asian Games ini, saya baru pemulihan lagi, angkatan juga sudah balik lagi, insyaAllah saya akan bertanding maksimal di Asian Games nanti," kata Rizki saat ditemui di Wisma Serba Guna, GBK, pada Rabu (9/9/2026).
Perubahan Kelas Angkat Besi
Berbeda dengan penampilannya di Olimpiade Paris 2024 di mana ia bertanding di kelas 73 kg, Rizki kini akan turun di kelas 85 kg pada Asian Games 2026. "Di Asian Games 2023 memang saya tidak main karena usus buntu (absen), alhamdulillah ini Asian Games pertama saya. Saya turun di kelas 85 kg karena saya change dengan senior saya (Rahmat Erwin Abdullah), dan memang jatahnya satu orang satu kelas dan akhirnya saya yang 85 kg," jelasnya.
Persiapan dan Tantangan
Bagi Rizki, yang kini berusia 23 tahun, kenaikan kelas bukanlah hal yang mudah. Ia harus menyesuaikan berat badan serta meningkatkan kekuatan untuk bersaing di kelas 85 kg. "Yang pasti lebih berat lagi lawan-lawannya. Saya harus menjaga pola makan karena menaikkan berat badan harus (meningkatkan) seperti apa, nutrisi, protein dan lain-lainnya," ujarnya.
Rizki juga menekankan pentingnya latihan yang intensif dan pemeliharaan kondisi fisik yang optimal. "Pertama makanan, kedua latihan harus full power lagi, ketiga kondisinya harus lebih baik lagi karena menaikkan berat badan bukan asal naik saja tapi kita harus punya power yang bermanfaat buat tanding," tuturnya. Saat ini, berat badan Rizki masih 78 kg dan ia belum mencapai target 80 kg. "Jujur berat badan saya 78 kg, enggak nyampe 80 kg. Tapi tak masalah bagi saya, yang penting nanti pertandingan bisa maksimal dengan keadaan dan berat badan saya seperti ini," tambahnya.
Menanggapi peta persaingan di kelas 85 kg, Rizki menyebutkan lima negara yang dianggapnya sebagai tantangan berat, yaitu Korea Utara, China, Iran, Thailand, dan Korea Selatan. Meskipun menghadapi persaingan yang ketat, Rizki bertekad untuk memberikan penampilan terbaik. "Ya sebenarnya bukan beban bagi saya tapi motivasi untuk semangat bertanding karena buat apa dijadikan beban. Kalau beban saya akan jelek di pertandingan," ungkapnya.
"Jadi saya tetap enjoy, walau negara menargetkan harus emas atau apa, lalu PB PABSI juga harus ini, yang penting saya enjoy dan jalan sendiri, dan berusaha yang terbaik buat Indonesia," pungkasnya.