Ryan Garcia sukses mempertahankan gelar dunia WBC kelas welter setelah menghentikan Conor Benn pada ronde kedua dalam pertarungan yang berlangsung di T Mobile Arena, Las Vegas. Ini merupakan pertahanan pertama bagi Garcia setelah ia merebut gelar tersebut dari Mario Barrios pada bulan Februari yang lalu. Sementara itu, Benn datang sebagai penantang dan harus memenuhi batas berat 147 pound untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun.
Sebelum pertarungan dimulai, Benn tidak diunggulkan. Selain sudah lama tidak bertanding di kelas welter, ia juga belum pernah menunjukkan kemampuannya di tingkat dunia. Meskipun begitu, keberanian dan daya tahannya membuat beberapa pengamat percaya bahwa Benn mampu bertahan selama beberapa ronde. Namun, prediksi tersebut tidak terbukti.
Pertarungan yang Mendebarkan
Sejak awal, Garcia menunjukkan perbedaan dalam kecepatan dan kemampuan. Benn berusaha memberikan tekanan dengan terus maju dan melancarkan serangan. Pada ronde pertama, Garcia sempat membiarkan lawannya mengambil inisiatif sambil mencari celah untuk menyerang balik. Namun, situasi berubah drastis pada ronde kedua ketika Garcia mulai lebih berani berdiri di depan Benn dan memanfaatkan gerakan agresif lawannya.
Garcia akhirnya berhasil menjatuhkan Benn dengan sebuah pukulan kanan yang keras. Ketika Benn berusaha bertahan di atas ring, Garcia melanjutkan serangannya. Wasit Thomas Taylor menghentikan pertarungan sekitar 20 detik setelah Benn terjatuh, dan Garcia dinyatakan menang melalui TKO, sekaligus mempertahankan gelar WBC miliknya.
Analisis Pasca Pertarungan
Setelah pertarungan, Garcia menjelaskan bahwa ia sudah memperkirakan agresivitas Benn. Namun, ia menilai bahwa Benn melakukan kesalahan dengan menyerang tanpa strategi yang matang. “Saya benar-benar siap dan sangat fokus. Pada ronde pertama saya tahu dia akan memberikan tekanan luar biasa. Saya sempat membiarkannya melakukan itu dan beberapa kali berhasil mengenai dia,” ungkap Garcia.
Garcia kemudian mengubah pendekatannya pada ronde kedua dengan lebih banyak bertahan dan menunggu Benn masuk ke jarak serangnya. “Pada ronde kedua saya mulai lebih banyak bertahan di posisi saya. Saya tahu akan mendapatkan pukulan yang tepat karena dia masuk dengan ceroboh. Kamu tidak bisa melakukan itu ketika menghadapi saya,” tambahnya.
Kemenangan ini membuat Garcia tetap menjadi pemegang gelar WBC kelas welter. Namun, perjalanan kariernya selanjutnya juga menjadi sorotan. Garcia masih memiliki satu pertarungan lagi yang harus dilakoni bersama Golden Boy milik Oscar De La Hoya sesuai kontraknya. Setelah menyelesaikan kewajiban tersebut, Garcia akan berstatus bebas dan dapat membuka peluang untuk mengejar pertarungan besar lainnya.
Dengan kemenangan atas Conor Benn, Ryan Garcia kini memiliki momentum yang kuat untuk melanjutkan kariernya di level elite dan menantang tantangan baru di kelas welter.