Ryan Garcia saat ini sedang berada dalam fase penting dalam karier tinjunya. Setelah menjadi bintang utama dalam pertarungan akhir pekan yang merayakan Hari Kemerdekaan Meksiko di Las Vegas melawan Conor Benn, Garcia mulai memikirkan rencana besar untuk penampilannya selanjutnya.
Petinju berusia 27 tahun ini mengungkapkan keinginannya untuk berkompetisi dalam acara Cinco de Mayo 2027 bersama David Benavidez. Pertarungan ini diharapkan dapat menjadi sorotan utama dalam satu kartu pertandingan yang berpotensi menarik banyak penggemar tinju.
Kesempatan Emas bagi Keduanya
Rencana ini menjadi menarik karena baik Garcia maupun Benavidez akan memasuki status agen bebas promosi setelah pertarungan mendatang mereka. Benavidez kini menjadi salah satu petinju yang paling diperhatikan di kelas berat ringan dan kelas penjelajah, dengan catatan sempurna 32 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 26 di antaranya melalui KO.
Benavidez saat ini memegang gelar WBC di kelas berat ringan serta sabuk WBA dan WBO di kelas penjelajah. Ia berhasil merebut gelar kelas penjelajah setelah mengalahkan Gilberto “Zurdo” Ramirez pada pertarungan Cinco de Mayo. Benavidez dijadwalkan untuk kembali bertanding pada 12 Desember di Arizona melawan juara interim WBC, Michal Cieslak.
Persaingan di Kelas Penjelajah
Situasi Noel Mikaelian juga dapat memengaruhi dinamika di kelas penjelajah. WBC sebelumnya telah memerintahkan Mikaelian, yang dipromotori oleh Don King, untuk bertanding melawan Benavidez. Namun, Mikaelian memilih untuk melanjutkan rencana pertarungan melawan Jai Opetaia. Jika pertarungan tersebut tetap berlangsung, WBC diperkirakan akan mencabut gelar Mikaelian, membuka peluang bagi Benavidez untuk mengejar gelar kelas penjelajah yang tak terbantahkan.
Ayah sekaligus pelatih Benavidez, Jose Benavidez Sr, menunjukkan ketertarikan untuk melihat putranya menghadapi Opetaia. Skenario ini berpotensi menghadirkan perebutan gelar tak terbantahkan di kelas penjelajah pada Cinco de Mayo 2027.
Ryan Garcia sendiri mengungkapkan bahwa ia telah membahas kemungkinan untuk menggelar pertunjukan bersama Benavidez. “Saya dan Benavidez sebenarnya sudah membicarakan rencana untuk membuat satu pertunjukan bersama. Dia juga bisa menghadapi seseorang yang spesial. Itu akan luar biasa,” ungkap Garcia.
Selain itu, Garcia juga mengincar pertarungan melawan Teofimo Lopez, juara dunia kelas welter WBA dan juara dunia di tiga divisi. Saat ini, Garcia berada dalam pertarungan terakhirnya di bawah Golden Boy Promotions milik Oscar De La Hoya, dan masa depannya sebagai agen bebas promosi menjadi perhatian.
Situasi serupa juga dialami oleh Benavidez yang sebelumnya berpromosi dengan Sampson Lewkowicz dan Premier Boxing Champions. Hal ini semakin membuka peluang bagi keduanya untuk tampil dalam satu panggung pada tahun 2027.
Garcia menyadari adanya perubahan generasi dalam dunia tinju. Canelo Alvarez, yang selama bertahun-tahun menjadi wajah utama pertunjukan besar pada akhir pekan Cinco de Mayo dan perayaan Hari Kemerdekaan Meksiko, kini mulai memasuki fase akhir kariernya. “Selalu ada pergantian generasi. Saya akan memastikan setiap pertunjukan terasa spesial,” kata Garcia.
Mengenai masa depannya, Ryan Garcia belum membuat keputusan mengenai promotor baru setelah kontraknya berakhir. “Saya bersemangat dengan perjalanan baru ini. Mungkin saya akan menandatangani kontrak dengan seseorang, mungkin juga tidak,” tambah Garcia.