Logo
Basket

Sanksi Berat Dijatuhkan kepada Clippers dan Kawhi Leonard oleh NBA

NBA telah mengumumkan hasil investigasi terkait pelanggaran yang melibatkan LA Clippers dan Kawhi Leonard, dengan sanksi yang mencakup kehilangan hak pilih draft dan denda besar bagi pemilik tim.

E
Eko Prasetyo
03 September 2026 18 pembaca
NBA Jatuhkan Sanksi Berat untuk Clippers dan Leonard - sumber: (mainbasket)
NBA Jatuhkan Sanksi Berat untuk Clippers dan Leonard - sumber: (mainbasket)

NBA telah menyelesaikan penyelidikan terkait kontroversi yang melibatkan tim LA Clippers dan bintang mereka, Kawhi Leonard, dengan hasil yang mengejutkan. Pada Rabu (2/8) waktu setempat, liga mengumumkan bahwa Clippers akan kehilangan lima hak pilih putaran pertama dalam draft mendatang, sementara pemilik tim, Steve Ballmer, dikenakan denda sebesar 30 juta Dolar AS dan skorsing.

Kawhi Leonard juga terkena dampak dari investigasi ini, di mana ia diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 700 ribu Dolar AS, namun tidak dikenakan skorsing. Penyelidikan yang dilakukan oleh firma hukum Wachtell, Lipton, Rosen & Katz menemukan adanya pelanggaran serius terhadap aturan penghindaran batasan gaji yang diatur dalam Perjanjian Tawar-Menawar Kolektif (CBA) antara NBA dan Asosiasi Pemain Bola Basket Nasional (NBPA).

Pelanggaran yang Ditemukan

Laporan investigasi mengungkap bahwa Clippers secara aktif terlibat dalam menciptakan peluang pendapatan di luar lapangan untuk Leonard dengan empat perusahaan, yaitu Aspiration Partners, Boingo Wireless, Daktronics, dan Lockton Insurance. Tim ini juga diketahui memfasilitasi perjanjian dukungan antara Leonard dan perusahaan-perusahaan tersebut, serta menanggung biaya pribadi Leonard dan perwakilannya, dan tidak melaporkan permintaan pendapatan di luar lapangan yang tidak sah.

Konsekuensi bagi Tim dan Individu

Akibat pelanggaran ini, Clippers harus kehilangan lima pilihan putaran pertama dalam draft NBA dari tahun 2029 hingga 2033 dan membayar denda sebesar 30 juta Dolar AS. Selain itu, Steve Ballmer dijatuhi skorsing dari aktivitas liga selama satu tahun karena perannya dalam membantu Leonard mendapatkan peluang pendapatan di luar lapangan.

Gillian Zucker, Presiden Operasi Bisnis Clippers, juga terkena dampak dengan skorsing tanpa gaji selama satu tahun karena terlibat dalam pengaturan dukungan yang tidak sah dan memberikan informasi yang menyesatkan kepada penyelidik. Lawrence Frank, Presiden Operasi Bola Basket Clippers, menerima skorsing enam bulan tanpa gaji akibat keterlibatannya dalam pengaturan dukungan yang tidak diizinkan.

Organisasi dan personel Clippers kini berada di bawah pengawasan ketat program kepatuhan selama lima tahun ke depan. Sementara itu, Kawhi Leonard harus membayar ganti rugi sebesar 700 ribu Dolar AS sebagai bagian dari sanksinya. Dennis Robertson, mantan manajer bisnis Leonard, juga dilarang berhubungan dengan tim-tim NBA selama lima tahun. Kesepakatan antara NBA dan NBPA menegaskan bahwa hukuman ini bersifat final dan mengikat semua pihak.

Artikel Terkait