Satwiksairaj Rankireddy telah menjadi salah satu tokoh penting dalam dunia bulu tangkis India, khususnya di kategori ganda putra. Bersama rekannya, Chirag Shetty, mereka telah mencatatkan banyak prestasi yang mengesankan bagi India, termasuk menjadi bagian dari kemenangan bersejarah di Piala Thomas 2022. Pasangan ini juga menjadi atlet India pertama yang meraih medali emas bulu tangkis di Asian Games 2023, serta mengantongi delapan gelar di BWF World Tour, termasuk Thailand Open dan French Open. Pencapaian ini menjadikan mereka sebagai pelopor dalam sejarah bulu tangkis India, saat ini menempati peringkat keempat dunia.
Namun, meskipun prestasi mereka yang luar biasa, banyak penggemar olahraga di India tampaknya tidak menyadari pencapaian tersebut. Satwik mengungkapkan rasa sakitnya terhadap sikap apatis yang ditunjukkan oleh sebagian besar komunitas olahraga, yang membuatnya merasa kurang dihargai. Dalam sebuah wawancara yang diadakan oleh Otoritas Olahraga India, ia berbagi tentang kekosongan emosional yang dirasakannya setelah India meraih medali perunggu di Piala Thomas di Denmark. Pernyataan yang ia buat, terutama yang menyatakan bahwa ia tidak ingin anak-anaknya bermain bulu tangkis karena kurangnya pengakuan, memicu reaksi besar di media sosial.
Reaksi Terhadap Kurangnya Pengakuan
“Tidak apa-apa jika saya dianggap sebagai penjahat. Dalam enam bulan terakhir, saya berpikir apakah hanya orang yang melakukan hal buruk yang menjadi populer. Sebagai pemain, kami tidak menginginkan hal-hal besar. Tidak, kami tidak menginginkan uang hadiah,” ungkap Satwik. Komentar tersebut sangat menyentuh, mengingat ia adalah seorang atlet yang telah berkontribusi besar bagi negara. Medali perunggu yang diraih India di Piala Thomas hanyalah yang kedua dalam sejarah 77 tahun turnamen tersebut, setelah kemenangan yang bersejarah pada tahun 2022.
Namun, Satwik merasa sambutan saat kembali ke tanah air tidak sesuai dengan pencapaian yang diraih. Ia mencerminkan budaya penggemar di India dengan melontarkan kritik tajam. “Ketika video selebrasi tarian Chirag menjadi viral, saya senang. Tapi saya ingat bagaimana seseorang memutar sesuatu yang acak, dan itu mendapatkan 1 juta pengikut. Dan saya bertanya pada diri sendiri, 'Mengapa?' Kita berjuang untuk menang, dan jika kita cedera, tidak ada pengganti untuk kita. Kita bermain tanpa dukungan dan di bawah tekanan yang sangat besar dalam acara tim. Tetapi bahkan gelar juara pun tidak cukup terakhir kali,” tambahnya.
Menegaskan Niatnya
Seiring dengan meningkatnya reaksi di dunia maya, Satwiksairaj merespons dengan surat terbuka untuk menjelaskan maksudnya. Atlet berusia 24 tahun ini menekankan bahwa komentarnya bukanlah tentang mencari ketenaran pribadi atau meremehkan prestasi atlet lain. “Beberapa hari terakhir ini telah menarik banyak perhatian pada komentar saya baru-baru ini mengenai kurangnya sambutan untuk medali perunggu Piala Thomas kami. Meskipun saya berterima kasih atas dukungan dan dorongan yang luar biasa, saya ingin mengklarifikasi maksud saya karena saya melihat banyak orang menyimpang dari poin utama,” tulisnya di media sosial.
Satwik menegaskan bahwa ia sangat menghormati setiap atlet yang membawa kejayaan bagi India, tanpa memandang cabang olahraga. Ia menekankan pentingnya membangun budaya olahraga yang positif. “Pesan saya sederhana: kita perlu memupuk budaya yang mendorong dan merayakan setiap kemenangan, besar atau kecil. Baik itu medali Piala Dunia atau podium di kejuaraan global seperti Piala Thomas, momen-momen ini mewakili pengorbanan dan kerja keras selama bertahun-tahun. Ketika pencapaian penting seperti itu disambut dengan keheningan, hal itu terasa mengecewakan bukan hanya bagi kita, tetapi juga bagi generasi atlet India di masa depan yang sedang menyaksikan,” imbuhnya.
Kata-katanya mencerminkan suara banyak atlet yang berjuang di luar sorotan olahraga kriket, yang sering kali menghadapi cedera, tekanan, dan ketidakpastian tanpa pengakuan yang memadai. “Kami tidak menginginkan uang atau parade besar-besaran; kami hanya ingin tahu bahwa negara kami memperhatikan dan upaya kami dilihat. Mari kita bersatu untuk mendukung semua olahraga dengan semangat dan 'sudut pandang' yang sama. Lain kali, janganlah membahas siapa yang menang lebih banyak atau lebih sedikit, tetapi tentang merayakan setiap orang yang mengenakan seragam India. Terima kasih telah mendukung saya. Mari terus bermain untuk bendera,” tutup Satwiksairaj dalam pernyataannya.