Oleksandr Usyk telah mencatatkan namanya sebagai salah satu petinju terhebat dalam sejarah tinju modern. Petinju dari Ukraina ini tidak hanya meraih gelar juara dunia yang tak terbantahkan di kelas penjelajah, tetapi juga berhasil mengulangi prestasi tersebut di kelas berat. Usyk masih belum pernah kalah dan telah mengalahkan banyak petinju ternama, termasuk Anthony Joshua dan Tyson Fury. Ia juga dua kali mengalahkan Daniel Dubois, yang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu petinju kelas berat terkemuka di generasinya.
Namun, perbandingan antara Usyk dan legenda tinju masa lalu, khususnya Muhammad Ali, tetap menjadi topik menarik untuk dibahas. Ali dikenal telah mengalahkan sejumlah petinju elite selama kariernya, termasuk Sonny Liston, Joe Frazier, George Foreman, dan Ken Norton. Pada tahun 1977, ia juga mengalahkan Earnie Shavers melalui keputusan angka, meskipun Shavers tidak pernah menjadi juara dunia. Dengan pengalaman dan kualitas lawan yang dihadapinya, Ali memiliki catatan yang sangat kuat untuk dibandingkan dengan petinju terbaik dari berbagai generasi.
Pilihan Shakur Stevenson
Ketika ditanya mengenai pertarungan imajiner antara Ali di masa jayanya dan Usyk, Shakur Stevenson memberikan pandangannya. Petinju asal Amerika Serikat ini mengakui bahwa menentukan pemenang dalam duel tersebut sangatlah sulit, mengingat kedua petinju memiliki kemampuan teknis yang luar biasa. “Ini adalah pertarungan yang paling sulit dipilih pemenangnya karena keduanya sangat terampil. Tetapi bagi saya, saya harus memilih Ali,” ungkap Stevenson.
Keunggulan dan Pencapaian Usyk
Pilihan Stevenson ini mencerminkan betapa tinggi penilaiannya terhadap kemampuan Ali. Di sisi lain, Usyk memiliki keunggulan dalam hal pencapaian modern, terutama setelah menjadi juara tak terbantahkan di dua divisi. Saat ini, Usyk berada di akhir kariernya dan telah memberikan sinyal bahwa pensiun semakin dekat. Setelah perjalanan panjang yang menjadikannya salah satu petinju paling sukses di era modern, posisi Usyk dalam sejarah tinju akan terus menjadi bahan diskusi.
Meskipun Stevenson memberikan keunggulan kepada Ali dalam perbandingan ini, penilaian tersebut juga mengakui kualitas teknik Oleksandr Usyk yang dianggap mampu menjadikan pertarungan melawan salah satu ikon terbesar tinju sebagai duel yang sangat sulit diprediksi.