Logo
Berita Olahraga

Simulasi Menarik Jakarta Vertical Run Season II di Menara Autograph

Sebanyak 200-250 pelari berpartisipasi dalam simulasi Jakarta Vertical Run Season II yang berlangsung di Menara Autograph Thamrin Nine, Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026, sebagai persiapan menuju...

A
Atha Aziz
13 October 2026 25 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Simulai Jakarta Vertical Run Season II diikuti oleh 200 sampai 250 pelari di Menara Autograph Thamrin Nine, Jakarta, Minggu (11/10/2026).(Dok. Jakarta Vertical Run)
Simulai Jakarta Vertical Run Season II diikuti oleh 200 sampai 250 pelari di Menara Autograph Thamrin Nine, Jakarta, Minggu (11/10/2026).(Dok. Jakarta Vertical Run)

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar 200-250 pelari mengikuti simulasi Jakarta Vertical Run Season II di Menara Autograph Thamrin Nine, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju Geely Jakarta Vertical Run Season II yang dijadwalkan berlangsung pada 14-15 November 2026 dan melibatkan berbagai komunitas lari.

Para peserta memulai dengan berlari sejauh 3 kilometer di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) di Bundaran HI sebelum mencoba tantangan menaiki tangga gedung. Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapan peserta serta sistem pelaksanaan lomba menjelang hari H. Salah satu aspek yang diuji adalah sistem pelepasan peserta berdasarkan kelompok atau gelombang, di mana pelari elite dan umum dilepas satu per satu setiap 15 detik pada gelombang pertama dan kedua.

Pendakian yang Menantang

Peserta pada gelombang ketiga dan keempat akan dilepas dengan interval lima detik, sementara petugas pengarah atau marshal ditempatkan setiap lima lantai di sepanjang rute tangga. Dalam simulasi tersebut, pelari tercepat berhasil menyelesaikan pendakian hingga lantai ke-26 dalam waktu empat menit.

Dukungan Medis yang Siap Siaga

Penyelenggara juga telah menyiapkan dukungan medis untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul selama peserta berlari menaiki tangga. Dokter Adrian Tarigan dari RS Jakarta menjelaskan bahwa mereka telah menyiagakan lima ambulans, lima tim dokter, serta tenaga perawat dan fisioterapis untuk mendukung kegiatan tersebut. "Kami siapkan lima ambulans, lima tim dokter, ada tim perawat juga fisioterapis. Terlebih karena ada kegiatan menaiki anak tangga jadi pastinya yang kita harus antisipasi, harus lihat yang paling banyak itu cedera olahraga," ungkap dr. Adrian.

RS Jakarta bertindak sebagai mitra medis dengan menyediakan pos kesehatan dan layanan evakuasi agar peserta yang mengalami kelelahan, cedera, atau gangguan kesehatan dapat segera mendapatkan penanganan yang diperlukan.

Kepala Strategi Jakarta Vertical Run, Elwi, menyatakan bahwa ajang ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan olahraga lari tangga di Indonesia serta meramaikan peringatan hari jadi Jakarta. "Kebetulan tower run di Indonesia juga sudah diakui oleh tower run dunia ya, jadi kita akan menggelar tower run pertama kali di Indonesia nanti pada 15 November," jelasnya.

Elwi menambahkan bahwa simulasi di hari Minggu tersebut diikuti oleh sekitar 200-250 peserta, sementara jumlah pendaftar untuk acara utama telah mencapai sekitar 800 orang dari 20 negara. Antusiasme peserta terlihat dari persiapan yang dilakukan untuk menghadapi tantangan menaiki tangga hingga lantai ke-106 pada hari perlombaan.

Atilla Dafayani dari komunitas lari FFR mengungkapkan bahwa meskipun terbiasa mengikuti lomba lari jalan raya, ia menilai ajang vertical run akan memberikan tantangan yang berbeda, terutama dari segi daya tahan fisik. "Apalagi dalam gedung begini, pasti butuh udara atau oksigen lebih banyak lagi. Hari ini baru sampai lantai 26 saja sudah terasa engap, apalagi nanti pada hari H sampai lantai 106, tentu lebih berat lagi," ujarnya.

Lomba Jakarta Vertical Run dijadwalkan berlangsung pada 14-15 November 2026 dan akan menggunakan tangga darurat gedung sebagai lintasan. Lebih dari 800 peserta dari 20 negara telah terdaftar, termasuk belasan atlet elite lari tangga dunia yang akan hadir dalam ajang ini, yang merupakan bagian dari program wisata olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Artikel Terkait