Dalam pertandingan pertama Final Wilayah Barat Playoff NBA 2026, San Antonio Spurs, yang merupakan unggulan kedua, berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 122-115 atas Oklahoma City Thunder. Pertandingan yang berlangsung selama 58 menit ini harus ditentukan melalui dua kali overtime, menjadikan ini sebagai kekalahan pertama bagi Thunder di playoff setelah sebelumnya mereka mencatat rekor sapu bersih.
Thunder, yang sebelumnya menunjukkan dominasi luar biasa dengan menyapu bersih dua ronde sebelumnya, datang ke pertandingan ini dengan semangat tinggi. Mereka adalah satu-satunya tim yang berhasil meraih dua kemenangan tanpa kehilangan di tiga pertandingan playoff 2026. Dominasi tim ini telah terlihat sejak musim lalu saat mereka mengklaim gelar juara. Namun, Spurs memiliki catatan yang lebih baik dalam pertemuan langsung, dengan rekor 4-1 melawan Thunder selama musim reguler, menjadikan mereka satu-satunya tim yang mampu menaklukkan Thunder dalam head-to-head.
Kejutan dari Bangku Cadangan
Alex Caruso, yang datang dari bangku cadangan, menjadi bintang dalam pertandingan ini dengan mencetak 31 poin dalam waktu 31 menit. Caruso, seorang veteran berpengalaman, tampak sudah menjadi bagian penting dari strategi Spurs. Sementara itu, Thunder memulai laga dengan susunan pemain utama yang sama seperti saat mereka meraih juara musim lalu, yaitu Shai Gilgeous-Alexander, Lu Dort, Jalen Williams, Chet Holmgren, dan Isaiah Hartenstein. Kombinasi ini telah terbukti sangat efektif selama dua musim terakhir.
Meski demikian, Spurs menerapkan strategi yang berbeda. Mereka jarang menurunkan dua bigman, kecuali saat ada cedera. Kehadiran Dylan Harper yang menggantikan De’Aaron Fox, bersama dengan Stephon Castle, Devin Vassell, Julian Champagnie, dan Victor Wembanyama, menciptakan kecepatan yang menyulitkan Thunder untuk beradaptasi dengan dua bigman mereka.
Strategi yang Efektif
Strategi Spurs terlihat jelas saat mereka berusaha memanfaatkan kecepatan dan kemampuan tembakan jarak jauh. Meskipun Thunder berupaya melakukan pre-switch dalam pertahanan, Spurs tetap mampu menciptakan ruang. Salah satu contoh adalah pick and roll yang berujung pada tembakan tiga poin oleh Castle, menunjukkan kemampuan Spurs untuk beradaptasi dengan cepat. Pelatih Thunder, Mark Daigneault, segera memasukkan Caruso untuk menggantikan Hartenstein hanya tiga menit setelah kuarter pertama dimulai, langkah yang menunjukkan urgensi perubahan strategi.
Penyesuaian yang dilakukan Mitch Johnson dari Spurs juga sangat efektif. Dia mengatur Wembanyama untuk memberikan dukungan di area cat, yang membuat Thunder berpikir ulang sebelum melakukan tembakan. Keputusan ini memungkinkan Spurs untuk memberi ruang kepada Caruso, yang meskipun hanya memiliki akurasi 29 persen dari tembakan tiga poin selama musim reguler, tetap menjadi pilihan bagi lawan untuk menembak.
Kehadiran Caruso di lapangan memberikan kesempatan bagi Wembanyama untuk dieksploitasi dalam permainan post play. Wembanyama menjadi satu-satunya pemain yang melakukan 11 percobaan dalam post play, mendapatkan 23 sentuhan di area cat, jauh lebih banyak dibandingkan JDub yang hanya mendapatkan 4 kali. Thunder tampaknya gagal memanfaatkan potensi bigman mereka untuk menyerang, sebuah strategi yang bisa menjadi perbedaan dalam pertandingan ini.
Victor Wembanyama, dengan penampilan defensif yang mengesankan, berhasil mencatat 3 blok di paruh kedua dan overtime. Dengan Caruso yang lebih aktif bergerak di luar, Wembanyama menikmati pertandingan defensif yang lebih mudah. Strategi untuk membuat Wembanyama lebih sibuk dalam bertahan bisa menjadi kunci bagi Thunder untuk mengubah arah pertandingan.
Meskipun Spurs berhasil memanfaatkan keunggulan mereka, ini baru permulaan dari seri yang menjanjikan. Seperti yang diungkapkan Wembanyama setelah pertandingan, satu kemenangan tidak berarti segalanya. Pertarungan strategi antara kedua tim ini sangat layak untuk dinantikan!