Steve Kerr dan Golden State Warriors telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak selama dua tahun, yang menguatkan hubungan mereka yang telah terjalin lama. Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Jumat (15/5) waktu setempat, Kerr menyampaikan rasa senangnya untuk kembali memimpin tim. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan performa setelah musim 2025-2026 yang tidak memuaskan.
Kerr, yang kini berusia 60 tahun, sebelumnya hampir memutuskan untuk pensiun menjelang turnamen play-in NBA pada bulan April lalu. Namun, kemenangan dramatis Warriors dengan skor 126-121 atas Los Angeles Clippers mengubah pikirannya dan memberikan motivasi untuk terus berjuang menuju playoff. "Jika saya lelah dan kehabisan energi, saya tidak akan melakukan ini," ungkap Kerr.
Peningkatan Kepemimpinan dan Tantangan Musim Depan
Setelah kembali ke Bay Area, Kerr menyadari pentingnya memperbaiki kepemimpinannya. "Pada akhirnya, ini adalah kemitraan dan apa yang telah kita bangun," jelasnya. Musim 2025-26 berakhir dengan kekecewaan bagi Warriors, yang dihantam oleh cedera yang mengganggu perjalanan mereka.
Di tahun yang seharusnya menjadi momen untuk mengejar gelar, nasib Warriors berubah drastis ketika Jimmy Butler mengalami cedera ACL pada bulan Januari. Kehilangan pemain kunci, Moses Moody, yang mengalami robekan tendon patella kiri, semakin memperburuk situasi. Selain itu, Stephen Curry terpaksa absen dalam 27 pertandingan berturut-turut karena masalah lutut, yang memaksa Warriors untuk berjuang di Turnamen Play-In, di mana mereka akhirnya tersingkir oleh Phoenix Suns.
Strategi untuk Musim yang Lebih Baik
Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, Kerr tetap menandatangani kontrak dua tahun, yang mengukuhkan posisinya sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi di NBA. "Saya tahu saya harus menjadi lebih baik. Kepemimpinan saya tidak maksimal tahun ini, dan saya tahu banyak hal yang perlu saya tingkatkan," ungkap Kerr. Ia bersama Mike Dunleavy dan Joe Lacob menyadari tantangan besar yang menanti mereka di musim panas ini.
Keputusan Kerr untuk kembali tidak dipengaruhi oleh Stephen Curry dan Draymond Green, meskipun diskusi dengan kedua pemain bintang tersebut tetap berlangsung. Salah satu fokus utama Kerr adalah mengurangi turnover, di mana Warriors rata-rata melakukan 15,7 turnover musim lalu, yang menyamai Washington Wizards sebagai yang terburuk ketiga di NBA. Curry dan Green masing-masing rata-rata melakukan 2,8 dan 2,7 turnover, yang menjadi perhatian Kerr dalam diskusi dengan para veteran.
Membangun tim yang lebih muda dan segar juga menjadi prioritas bagi Kerr dan Dunleavy, guna mengurangi risiko kelelahan dan cedera selama musim reguler yang terdiri dari 82 pertandingan. Dengan harapan tim yang lebih bugar, mereka berharap Warriors dapat menghindari nasib buruk yang menimpa musim lalu.