Steven Cairns menyatakan kesiapannya untuk menghadapi Adam Azim jika kesempatan untuk bertarung di ring profesional muncul. Petinju yang dikenal dengan julukan The Irish Takeover ini merasa bahwa rivalitas mereka masih dapat berlanjut setelah pertemuan pertama yang berlangsung di level amatir beberapa tahun lalu.
Keduanya bertemu pada tahun 2018 ketika mereka berusia 16 tahun. Dalam pertarungan yang berlangsung selama tiga ronde tersebut, Cairns berhasil meraih kemenangan melalui keputusan split decision. Meskipun hasilnya cukup tipis, Cairns merasa penampilannya saat itu jauh lebih dominan dibandingkan yang terlihat di kartu penilaian.
Dalam sebuah wawancara, Cairns mengungkapkan bahwa banyak pelatih dan pendukung dari Inggris yang mengakui kualitas penampilannya setelah pertarungan tersebut. "Saya rasa itu akan menjadi pertarungan yang hebat di masa depan. Saat masih amatir, kami bertarung dalam laga Irlandia melawan Inggris dan saya mengalahkannya," ujarnya. "Saya masih ingat banyak pelatih dan orang tua dari Inggris mengatakan belum pernah melihat ada yang bisa menghadapi Adam Azim seperti itu. Dia anak yang baik, tetapi kita lihat saja nanti jika memang kami bertemu lagi," tambahnya.
Fokus pada Pertarungan Berikutnya
Saat ini, duel ulang dengan Azim belum menjadi prioritas utama bagi Cairns. Azim semakin dekat menuju perebutan gelar juara dunia, sementara Cairns masih dalam tahap membangun kariernya. Petinju berusia 24 tahun ini lebih memilih untuk fokus menghadapi Senan Kelly pada tanggal 1 Agustus di Dublin. Pertarungan ini akan menjadi bagian dari undercard duel antara Pierce O'Leary dan Mark Chamberlain.
Menariknya, Cairns akan naik ke kelas welter super untuk menghadapi Kelly, meskipun ia mengaku lebih nyaman bertarung di kelas ringan. "Awalnya saya tidak pernah memikirkan pertarungan melawan Kelly karena saya petinju kelas ringan, sedangkan dia biasa bertarung di 140 pon. Namun kami ingin menghadirkan duel sesama petinju Irlandia yang menarik bagi penggemar. Setelah laga ini saya akan kembali ke kelas 135 pon," jelasnya.
Pindah ke Inggris untuk Karier yang Lebih Baik
Sejak beralih ke dunia profesional, Cairns memilih untuk menetap di Inggris dan berlatih di Sheffield di bawah bimbingan pelatih Dave Coldwell, yang sebelumnya menangani mantan juara dunia Tony Bellew. Menurut Cairns, keputusan untuk meninggalkan Irlandia adalah langkah penting dalam pengembangan kariernya. "Saya mencintai Irlandia, keluarga, teman, dan semua orang di sana. Tetapi menjadi petinju profesional di Irlandia tidak mudah. Saat itu saya merasa harus pergi agar bisa melihat sejauh mana kemampuan saya," ungkapnya.
Kesempatan untuk berlatih bersama Coldwell menjadi titik balik dalam karier Cairns. Setelah menunjukkan kemampuannya dalam sesi sparring, ia akhirnya diterima sebagai anak didik pelatih berpengalaman tersebut. Kini, dengan rekor sempurna 14 kemenangan tanpa kekalahan, sembilan di antaranya diraih melalui knockout, Steven Cairns berharap dapat terus menanjak hingga level dunia. Jika saatnya tiba, ia mengaku siap untuk kembali berbagi ring dengan Azim dalam duel yang diprediksi akan jauh lebih besar dibandingkan pertemuan pertama mereka di level amatir.