Alcaniz - Dalam balapan sprint MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez mengakui bahwa melakukan overtaking terhadap Marco Bezzecchi merupakan tindakan yang penuh risiko. Meskipun demikian, Marquez menegaskan bahwa itu adalah satu-satunya strategi untuk mengalahkan pebalap Ducati tersebut.
Bezzecchi tampil sangat dominan dan berhasil meraih posisi pole sebelum balapan yang berlangsung di MotorLand Aragon pada malam hari WIB, Sabtu (29/8). Marc Marquez yang memulai dari grid kedua, langsung mengambil alih posisi Bezzecchi di tikungan pertama. Alex Marquez juga menyusul di belakang kakaknya, sehingga Bezzecchi terpaksa melorot ke posisi ketiga.
Kemenangan yang Memuaskan
Setelah berhasil mempertahankan posisinya sepanjang sisa balapan, Marc Marquez meraih kemenangan sprint race ke-20 dalam kariernya. Ia menyelesaikan balapan dengan selisih waktu 1,1 detik dari Alex Marquez dan 2 detik dari Marco Bezzecchi.
Usai balapan, Marquez menjelaskan bahwa menyerang Bezzecchi sudah menjadi rencananya sejak awal, meskipun ia menyadari bahwa manuver tersebut berisiko. "Ketika aku melihat Marco memulai balapan dengan ban lunak, itu adalah satu-satunya kesempatanku, menyerang di tikungan pertama," ungkap Marquez.
Strategi di Tikungan Pertama
Marc melanjutkan, "Itulah yang kulakukan, itu adalah rencanaku, sekalipun seandainya startku enggak terlalu bagus. Tapi memang jadi rencanaku untuk menyerang di sana di tikungan pertama. Aku tahu itu adalah tikungan di mana aku merasa kuat, dan kemudian ketika Anda memimpin balapan, Anda bisa mengendalikan [kecepatan] lebih baik."
Ia juga menambahkan, "Saat Anda cuma punya satu pebalap di depan, mudah untuk menyerang dengan cara seperti itu. Ketika si pebalap di depan mengerem, Anda mengerem sedikit terlambat. Dan jika Anda melakukan kesalahan, ada area run-off. Jadi, yeah, memang itu adalah manuver yang berisiko, tapi ini bagian dari balapan."