Logo
Sepakbola

--- Tanggapan Pemerintah Ghana Terhadap Pencekalan Thomas Partey oleh Kanada ---

--- Pemerintah Ghana memberikan respons terhadap pencekalan Thomas Partey oleh Kanada yang menghalanginya tampil di Piala Dunia 2026. Mereka mengekspresikan keberatan dan berupaya melakukan diplomasi...

A
Anggun Ratnasari
14 June 2026 11 pembaca
thomas partey timnas ghana piala dunia 2026
thomas partey timnas ghana piala dunia 2026
---TITLEEXCERPT--- Pemerintah Ghana memberikan respons terhadap pencekalan Thomas Partey oleh Kanada yang menghalanginya tampil di Piala Dunia 2026. Mereka mengekspresikan keberatan dan berupaya melakukan diplomasi terkait masalah ini. ---CONTENT---

Toronto - Thomas Partey mengalami pencekalan oleh Kanada, sehingga ia tidak dapat berpartisipasi dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026. Tindakan ini memicu tanggapan dari pemerintah Ghana.

FIFA mengumumkan bahwa Partey dilarang masuk Kanada menjelang laga antara Ghana dan Panama yang dijadwalkan di BMO Field, Toronto, pada Rabu (17/6) mendatang. Pemain yang kini membela Villarreal itu dicekal karena terlibat dalam kasus hukum terkait pelecehan yang sedang berlangsung di Inggris.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Ghana

Kementerian Luar Negeri Ghana merilis pernyataan resmi mengenai situasi ini. Mereka menyatakan penyesalan atas keputusan pencekalan yang dianggap sepihak dan tidak adil, serta menegaskan bahwa mereka tengah berupaya melakukan proses diplomasi dengan pihak Kanada.

"Pemerintah Republik Ghana menyampaikan keberatan yang kuat atas keputusan sepihak dan sangat tidak adil yang diambil Kanada untuk menolak permohonan izin tinggal sementara bagi Bapak Thomas Teye Partey, seorang warga negara Ghana dan pemain kunci tim nasional sepakbola senior Ghana, Black Stars, yang akan berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026," ungkap Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, mereka menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil oleh Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) dengan alasan ketidaklayakan berdasarkan ayat A36(1)(c) dari Undang-Undang Perlindungan Imigrasi dan Pengungsi Kanada (IRPA). Keputusan ini didasarkan pada proses hukum yang sedang berlangsung di Inggris, yang belum mencapai putusan atau vonis.

Prinsip Praduga Tak Bersalah

Pemerintah Ghana menekankan pentingnya prinsip dasar hukum yang mengedepankan praduga tak bersalah, yang merupakan fondasi dari keadilan dan proses hukum yang adil dalam masyarakat demokratis. Mereka menghormati hak kedaulatan Kanada dalam menegakkan undang-undang imigrasinya, namun Ghana berpendapat bahwa mengandalkan tuduhan yang belum terbukti tanpa adanya keputusan pengadilan menimbulkan pertanyaan serius mengenai keadilan dan proporsionalitas.

"Oleh karena itu, Ghana sedang melakukan upaya diplomatik aktif dengan otoritas Kanada yang berwenang terkait masalah ini," tegas Kementerian Luar Negeri Ghana.

Kasus yang menimpa Partey terjadi saat ia masih bermain untuk Arsenal. Ia menghadapi delapan tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual, yang baru diusut setelah meninggalkan The Gunners tahun lalu. Gelandang berusia 33 tahun ini sempat menjalani persidangan, namun prosesnya ditunda hingga Januari 2027.

Dengan pencekalan ini, Thomas Partey hanya dapat berpartisipasi dalam dua pertandingan berikutnya di Grup L Piala Dunia 2026 melawan Inggris dan Kroasia, yang akan berlangsung di Massachusetts dan Philadelphia, Amerika Serikat.

Artikel Terkait