Logo
Raket

Tantangan Adaptasi Bagas dan Apri sebagai Pasangan Ganda Campuran Baru

Pasangan ganda campuran Indonesia, Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu, berbagi mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menyesuaikan diri dengan peran baru mereka di pelatnas. Keduanya menyatakan perlunya waktu untuk beradaptasi setelah lama berfokus pada ganda putra dan putri.

A
Atha Aziz
17 September 2026 27 pembaca
Foto: (PBSI)
Foto: (PBSI)

Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu, pasangan ganda campuran baru dari Indonesia, mengungkapkan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalani peran mereka di pelatnas. Sebagai kombinasi baru di sektor ganda campuran, mereka merasa masih memerlukan masa transisi setelah sekian lama berfokus pada ganda putra dan ganda putri.

Proses penyatuan pola permainan di antara mereka menjadi fokus utama menjelang penampilan perdana di lapangan. "Kalau saya pribadi, kami berdua sudah lama sekali pada sektor ganda putri dan ganda putra," ungkap Bagas Maulana. "Saya juga masih perlu adaptasi lebih karena tidak gampang main ganda campuran."

Proses Penyesuaian di Lapangan

Sebelum berpasangan dengan Apriyani, Bagas lebih banyak berkompetisi di sektor ganda putra. Ia pernah berkolaborasi dengan beberapa pemain seperti Muhammad Putra Erwiansyah, Leo Rolly Carnado, dan Muhammad Shohibul Fikri. "Kami harus lebih mengatur lagi di dalam lapangan. Kami juga masih perlu berbagi ilmu dengan pasangan lain yang sudah turun dalam ganda campuran," tambahnya.

Apriyani Rahayu, yang sebelumnya lebih banyak bermain di ganda putri, juga mengakui bahwa menjadi atlet ganda campuran memerlukan penyesuaian. Proses adaptasi ini melibatkan skema permainan dan komunikasi saat bertanding. "Jadi memang ada porsinya. Saya harus tahu, karena pola Dejan sama Bagas juga berbeda. Kurang lebih tidak terlalu banyak untuk perubahannya," tegas Apri.

Ujian Pertama di Indonesia International Challenge 2026

Ujian pertama bagi pasangan baru ini akan terjadi di ajang Indonesia International Challenge 2026 Seri Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada 22-27 September. Sementara itu, pasangan ganda campuran Indonesia lainnya, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, akan bertanding di Swiss Open 2026.

Di sisi lain, Dejan Ferdinansyah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga menunjukkan ambisi besar untuk meraih gelar juara di dua kejuaraan BWF Super 750, yaitu Denmark Open dan French Open 2026. "Lapar. Kalau orang lagi kelaparan tuh gimana sih? Nafsu banget begitu," ungkap Felisha. Meskipun mereka adalah pasangan baru, Felisha menegaskan bahwa kondisi fisik dan mental mereka sangat siap untuk menunjukkan performa terbaik di lapangan.

Dejan Ferdinansyah juga menyatakan motivasinya untuk membuktikan diri dengan penampilan terbaik di dua turnamen tersebut. "Bagus, dia (Felisha) optimis, apalagi saya. Saya senang bisa main lagi di level atas, dikasih kepercayaan lagi," ujarnya. "Sebelumnya juga saya bilang, tujuan saya cari prestasi. Apalagi ada kesempatan kayak seperti ini, ya pasti. Dia (Felisha) lapar, saya mau makan. Kami makan prestasinya," pungkas Dejan.

Artikel Terkait