Pebulutangkis tunggal putra asal Indonesia, Alwi Farhan, yang saat ini menduduki peringkat 10 dunia, tengah berada dalam kondisi percaya diri yang tinggi setelah berhasil menembus jajaran pemain elit. Dalam perjalanan karier bulutangkisnya, Alwi telah mengumpulkan beberapa gelar di BWF World Tour Super 300 dan 500, sehingga Japan Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan menjadi target berikutnya bagi pemain asal Surakarta, Jawa Tengah ini.
"Pastinya, saya belum pernah mendapatkan gelar 750. Saya masih sangat berambisi dan berburu gelar 750. Tapi setiap babak juga memiliki tantangan sendiri-sendiri, jadi saya harus fokus dulu game by game," ungkap Alwi mengenai persiapannya menjelang turnamen tersebut.
Persiapan dan Tantangan di Japan Open
Alwi juga menyampaikan bahwa persiapannya untuk turnamen ini berjalan cukup baik meskipun sempat mengalami masalah kesehatan setelah kembali dari Australia. "Alhamdulillah, persiapannya cukup baik. Memang ada beberapa kondisi yang dari kemarin habis dari Australia juga sempat sakit, mungkin karena kecapekan juga. Ada masih fatigue-fatigue di bagian tertentu, tapi progresnya cukup baik dan saya rasa saya siap menghadapi Japan Open dan China Open," tambahnya.
Di Japan Open 2026, Alwi Farhan mendapatkan undian yang cukup berat, karena ia harus menghadapi pemain senior Jepang, Kenta Nishimoto, di babak 32 besar. Saat ini, Alwi tertinggal dalam catatan head to head melawan Nishimoto dengan skor 0-2, di mana pertemuan terakhir mereka terjadi di babak 16 besar Thailand Open 2025 dengan hasil akhir 15-21, 21-9, dan 13-21 untuk kemenangan Nishimoto.
Jika Alwi berhasil mengalahkan Kenta Nishimoto, ia akan melanjutkan ke babak 16 besar untuk bertemu dengan pemenang antara Alex Lanier dari Prancis dan Lee Chia Hao dari Taiwan.
Debut Zaki Ubaidillah di Level Super 750
Sementara itu, Zaki Ubaidillah, yang akan melakukan debut di ajang BWF World Tour Super 750, menargetkan untuk mencapai perempat final di turnamen yang memiliki total hadiah sebesar USD 950.000 atau sekitar 16 miliar rupiah. "Ya, targetnya ingin masuk delapan besar," ujarnya.
Ubaidillah menyadari bahwa ia harus fokus pada pertandingan pertamanya yang tidak akan mudah. "Harus fokus pada laga pertama dulu, tak mudah juga. Setelah itu, kalau menang berpotensi bertemu Antonsen (Anders Antonsen) atau Toma yang Popov (Toma Junior Popov)," tambahnya.
Pemain muda berbakat lainnya, Moh Zaki Ubaidillah, juga menghadapi tantangan di babak pertama melawan Rasmus Gemke dari Denmark. Saat ini, keduanya hanya terpaut satu tingkat di papan peringkat dunia, dengan Zaki di posisi 27 dan Gemke di posisi 28. Jika Zaki berhasil mengalahkan Gemke, ia akan berhadapan dengan pemenang antara Anders Antonsen dan Toma Junior Popov.