Logo
Moto GP

Tantangan Emosional Dokter MotoGP dalam Menghadapi Kecelakaan

Menjadi dokter di ajang MotoGP memerlukan ketenangan dan pengendalian emosi saat menghadapi insiden serius. Dr. Angel Charte menjelaskan pentingnya hubungan kepercayaan antara tim medis dan pembalap.

E
Eko Prasetyo
25 August 2026 25 pembaca
Angel Charte jadi dokter senior yang dipercaya para rider MotoGP
Angel Charte jadi dokter senior yang dipercaya para rider MotoGP

Menjadi seorang dokter di MotoGP tidak hanya berkaitan dengan penanganan cedera pembalap, tetapi juga menuntut ketenangan dalam situasi kecelakaan yang mengerikan. Dr. Angel Charte, yang menjabat sebagai Chief Medical Officer MotoGP, menjelaskan bahwa ia harus tetap tenang dan mampu mengendalikan emosinya setelah menghadapi insiden di lintasan.

Selama lebih dari empat dekade, Charte telah menjadi bagian penting dalam dunia medis MotoGP. Ia sering kali berada di garis depan ketika pembalap mengalami kecelakaan dan memerlukan pertolongan segera. Menurutnya, hubungan yang terjalin selama bertahun-tahun membuat para pembalap memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap tim medis. Charte memberikan contoh Marco Bezzecchi, yang setelah mengalami kecelakaan lebih memilih untuk diperiksa olehnya dibandingkan dokter lainnya.

Kedekatan dengan Pembalap

“Anda menghabiskan sepanjang tahun bersama mereka dan hubungan langsung pun berkembang, yang terkadang bersifat personal, kekeluargaan, sekaligus profesional,” ujar Charte dalam wawancaranya. Ia menyadari bahwa tidak semua dokter mampu menghadapi situasi ekstrem yang sering terjadi di lintasan MotoGP. Dengan pengalaman 40 tahun di rumah sakit, ia terbiasa menangani kondisi kritis.

Ketika menerima laporan tentang kecelakaan serius, Charte tidak memiliki waktu untuk menebak kondisi korban. Fokus utamanya adalah memastikan keselamatan pembalap tersebut. “Jika saya diberi tahu, 'Tikungan 12, pembalap tidak sadarkan diri', saya tidak tahu persis apa yang akan saya temukan. Namun saya bisa membayangkan kemungkinan cedera yang terjadi,” jelasnya. “Karena itu, Anda tidak boleh ragu. Tugas kami bukan membuat diagnosis ketika tidak ada waktu untuk itu. Tugas kami adalah menyelamatkan nyawanya.”

Menjaga Kesehatan Mental

Namun, tekanan pekerjaan tidak berhenti setelah Charte meninggalkan lintasan. Beberapa insiden terkadang terus menghantuinya, terutama jika korbannya masih muda. Untuk menjaga kesehatan mentalnya, setelah pulang, ia melakukan evaluasi singkat bersama tim medis untuk memastikan tidak ada yang terlewat. “Saya mencoba untuk mematikan pikiran. Jika saya tidak bisa mematikannya, saya mungkin sudah mati. Anda tidak bisa pergi tidur dengan semua hal itu di dalam pikiran,” ungkap Angel Charte.

Ia mengakui bahwa terkadang kasus tertentu masih terbawa ke rumah. Namun, kemampuan untuk melepaskan diri dari tekanan menjadi hal yang sangat penting agar ia tetap dapat menjalankan tugasnya di MotoGP dengan baik.

Artikel Terkait