Jakarta - Marco Bezzecchi menghadapi tantangan besar menjelang MotoGP Aragon 2026. Dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih dan catatan performa yang kurang meyakinkan di sirkuit tersebut, Bezzecchi berusaha untuk mengulangi kesuksesannya di Silverstone.
Pebalap dari tim Aprilia ini berhasil meraih posisi ketiga di MotoGP Inggris 2026, setelah memulai balapan dari posisi kelima. Meskipun demikian, Bezzecchi masih dalam proses pemulihan dari cedera patah tulang selangka yang dialaminya saat kualifikasi di seri Jerman.
Kesulitan di Aragon
Di Aragon, akhir pekan ini, Bezzecchi menghadapi dua tantangan sekaligus. Selain kondisi fisiknya yang belum optimal, ia juga mengalami kesulitan untuk tampil baik di sirkuit Aragon. Sejak debutnya di MotoGP pada tahun 2022, Bezzecchi belum pernah sekalipun menembus lima besar, dan pencapaian terbaiknya hanya finis di posisi keenam pada tahun 2024.
Bezzecchi berharap dapat meningkatkan kondisinya saat balapan di MotoGP Aragon 2026. Meskipun hasil di Silverstone memberikan harapan, ia tetap menyadari bahwa tantangan di Aragon tidaklah mudah.
Harapan dan Tekad
"Aku masih butuh memulihkan diri sedikit; bahuku bisa dikatakan terasa lebih baik, tapi lututku di sisi lain, memberiku kesulitan. Jadi aku masih merasa kurang nyaman," ungkap Bezzecchi.
Dia menambahkan, "Di balapan nanti persoalannya akan tentang tekad yang kuat. Sensasi yang kualami di Silverstone itu secara fisik sangat sulit. Kuharap akan membaik di Aragon. Bagaimanapun, aku senang karena itu adalah akhir pekan yang baik meski aku pulang dengan rasa letih, tapi aku senang."
Saat ini, Bezzecchi kembali bersaing di dua besar klasemen MotoGP. Pebalap asal Italia ini telah mengumpulkan 209 poin, berada 31 poin di belakang rekan setimnya, Jorge Martin, yang memimpin klasemen, dan unggul sembilan poin dari juara dunia bertahan, Marc Marquez.