Logo
Moto GP

Tardozzi: Kritik Menghujani Ducati Usai Rekrut Marc Marquez

Davide Tardozzi mengungkapkan bahwa Ducati menerima banyak kritik dari media Italia sejak merekrut Marc Marquez, dengan komentar yang menyerang status kepemilikan Ducati oleh Audi.

B
Bayu Biru
31 July 2026 5 pembaca
Marc Marquez dan Davide Tardozzi
Marc Marquez dan Davide Tardozzi

Davide Tardozzi menyatakan bahwa Ducati menghadapi gelombang kritik dari media Italia setelah Marc Marquez resmi bergabung dengan tim pabrikan asal Borgo Panigale untuk musim MotoGP 2025. Ia menjelaskan bahwa pemberitaan yang sebelumnya bersifat kritis kini berubah menjadi serangan yang lebih personal.

Marc Marquez telah menjadi sosok yang kontroversial di Italia sejak perseteruannya dengan Valentino Rossi pada tahun 2015. Rivalitas antara keduanya masih menjadi topik perdebatan di kalangan penggemar, meskipun keduanya kini menunjukkan sikap saling menghormati saat berbicara di depan publik.

Perubahan Pemberitaan Media

Dalam sebuah wawancara di podcast Misterhelmet, Tardozzi mengungkapkan bahwa ia tetap mengikuti berbagai berita yang membahas dirinya dan Ducati. "Saya membacanya. Kadang saya juga menikmati membaca beberapa hal. Saat sedang santai, saya melihat dan membaca semuanya, benar-benar semuanya," jelas Tardozzi.

Namun, ia merasakan perubahan yang signifikan setelah pengumuman perekrutan Marc Marquez. "Tetapi sejak Marc datang, jelas pemberitaannya berubah menjadi hinaan seperti, 'pergilah ambil paspor Spanyol', atau komentar tentang Audi dan sebagainya," ungkapnya.

Kritik Terhadap Identitas Ducati

Komentar tersebut merujuk pada kritik yang muncul dari berbagai pihak yang mempertanyakan identitas Ducati sebagai pabrikan Italia setelah berada di bawah kepemilikan Audi, yang merupakan bagian dari Grup Volkswagen. Mantan juara dunia Max Biaggi juga pernah mengungkapkan pernyataan serupa, menyebut Aprilia sebagai satu-satunya pabrikan Italia murni yang berlaga di MotoGP, yang memicu respons dari pihak Ducati.

Menanggapi isu tersebut, Tardozzi menegaskan bahwa Audi tidak terlibat dalam pengelolaan teknis maupun operasional tim balap Ducati. "Audi tidak ada hubungannya dengan cara kami menjalankan tim. Saya masih ingat sekitar 10 atau 12 tahun lalu, manajemen Audi mengatakan, 'Kalian buat motor dan lakukan pekerjaan itu dengan baik. Direktur keuangan ada di sana, itu sudah cukup'," jelasnya.

Ia menekankan bahwa semua keputusan penting tetap diambil oleh Ducati meskipun secara kepemilikan perusahaan berada di bawah Grup Volkswagen. "Ducati berjalan sendiri, menggunakan anggarannya sendiri, dan mengambil keputusan sendiri. Memang Audi adalah pemilik kami, tetapi pada akhirnya semua keputusan tetap dibuat oleh Ducati," tutup Tardozzi.

Artikel Terkait