Logo
Raket

Taufik Hidayat Mengungkapkan Kelemahan Tim Thomas Cup Indonesia

Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, menjelaskan kekurangan yang dimiliki tim Thomas Cup Indonesia setelah gagal melaju ke babak perempat final. Tim yang diharapkan mencapai final ini justru tersing...

S
Surya Kirana
09 May 2026 19 pembaca
Taufik Hidayat Mengungkapkan Kelemahan Tim Thomas Cup Indonesia
Indonesia kalah dari Prancis sehingga gagal melangkah ke perempat final Thomas Cup 2026. (Arsip PBSI)

Jakarta, CNN Indonesia -- Taufik Hidayat, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus PBSI, mengungkapkan sejumlah kekurangan yang terdapat dalam tim Thomas Cup Indonesia. Tim yang diharapkan dapat mencapai babak final pada kejuaraan beregu putra dua tahunan ini justru harus menerima kenyataan pahit dengan tersingkir dari fase grup. Setelah meraih kemenangan atas Aljazair dan Thailand, Indonesia harus mengakui keunggulan Prancis, yang membuat mereka hanya mampu menempati posisi ketiga di grup dan gagal melanjutkan ke perempat final.

Kekurangan yang Ditemukan

Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Pelatnas Cipayung pada Jumat (8/5), Taufik memaparkan berbagai hal terkait kekurangan tim Thomas. Ia menyebutkan bahwa telah dilakukan diskusi dengan pelatih teknik, analis, serta psikolog untuk mengevaluasi performa tim. "Kemarin sudah kami bicarakan dengan pelatih teknik, analis, psikolog, dan lain-lain. Kami pelajari dari game per game kemarin itu. Ada beberapa atlet yang ditanya, 'siap?' [dijawab] 'siap!'. Tapi di lapangan tidak siap. Akhirnya dari Thomas Cup kemarin kami sepakat untuk berusaha sinkron," jelas Taufik.

Strategi yang Dipertanyakan

Taufik juga menyoroti strategi yang diterapkan oleh tim Prancis, yang memilih untuk menempatkan tiga pemain tunggal terlebih dahulu. "Di Thomas kemarin itu ada yang beda-beda. Waktu lawan Prancis kemarin. Biasanya kan ganti-gantian single double. Tapi kemarin kan single dulu baru double. Memang banyak orang tanya kenapa kalah dari Prancis. Padahal secara ranking, atlet yang lawan Prancis itu di bawah semua kita," tuturnya.

Lebih lanjut, Taufik mengungkapkan, "Kita tanya pelatih tunggal, si Alwi kenapa? Mungkin ada ketegangan. Kami tidak menyalahkan pemain, tapi kami ingin cari solusinya apa karena single dan double itu banyak [beda-beda situasinya]." Taufik, yang pernah membawa Indonesia meraih gelar Thomas Cup pada tahun 2000 dan 2002, menegaskan bahwa PBSI akan lebih fokus pada pengembangan pemain muda ke depan.

Dia juga menambahkan, "Saya tidak tahu untuk yang lebih senior apa masih di Thomas berikutnya. Kami evaluasi maksimal. Untuk Ginting juga kalau dilihat kemarin, performanya bagus. Tapi setelah dia cedera, permainan di set ketiga lawan Prancis itu kita bisa lihat fisiknya belum 100 persen. Jujur-jujuran saja nih. Tapi dia sudah maksimal di situ," kata Taufik.

Taufik menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa tim yang dibawa ke Thomas Cup adalah yang terbaik yang dimiliki saat ini. "Memang pemainnya enggak ada lagi. Makanya yang di Thomas Cup itu yang terbaik untuk dibawa begitu," tutupnya.

Artikel Terkait