Ryan Garcia baru-baru ini menunjukkan performa impresif dengan mempertahankan gelar WBC kelas welter setelah menghentikan Conor Benn pada ronde kedua. Dalam pertarungan tersebut, Garcia menjatuhkan Benn dengan pukulan tangan kanan sebelum wasit menghentikan laga. Kemenangan ini menambah momentum positif bagi Garcia setelah sebelumnya merebut gelar dunia kelas welter dari Mario Barrios melalui keputusan angka pada bulan Februari. Performa ini juga menjadi respons Garcia setelah mengalami kekalahan kedua dalam kariernya, di mana ia kalah angka dari Rolando Romero setelah menjalani larangan bertanding selama satu tahun akibat kasus doping.
Saat ini, Garcia tengah mempersiapkan pertarungan selanjutnya yang direncanakan pada tahun 2026. Salah satu calon lawan yang mungkin dihadapi adalah Isaac Cruz, petinju asal Meksiko yang baru saja meraih kemenangan knockout atas Nestor Bravo pada ronde keenam. Cruz dikenal sebagai petinju dengan tekanan tinggi, serta memiliki kekuatan pukulan dan daya tahan yang baik.
Pandangan Teddy Atlas tentang Pertarungan Garcia dan Cruz
Teddy Atlas, seorang analis tinju, menganggap bahwa gaya bertarung Garcia dapat menjadi ancaman serius bagi Cruz jika pertarungan tersebut terlaksana. "Jika melihat gaya Garcia dari luar serta ketajaman pukulannya, tangan kanan dan hook kiri, dia akan memiliki banyak peluang untuk mengenai Cruz seperti saat menghadapi Benn," ungkap Atlas melalui kanal YouTube miliknya.
Atlas juga mengakui bahwa Cruz bukanlah lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Menurutnya, petinju yang dijuluki "Pitbull" tersebut memiliki ketahanan yang baik dan keberanian untuk terus bertarung meskipun dalam tekanan. "Cruz punya dagu yang bagus dan dia petarung yang berani. Dia juga sedikit lebih cerdik daripada yang mungkin terlihat saat melawan Bravo. Dia bisa menggerakkan kepala, melakukan beberapa hal tertentu, bahkan sesekali menggunakan jab," tambah Atlas.
Perbedaan Postur dan Ukuran sebagai Faktor Penentu
Walaupun demikian, Atlas tetap memberikan keunggulan kepada Garcia. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah perbedaan postur antara kedua petinju. "Pada akhirnya, Anda harus sangat mengunggulkan Garcia. Apakah ini akan menjadi langkah yang terlalu jauh bagi Cruz jika melihat perbedaan ukuran?" ujar Atlas.
Cruz telah bertarung di kelas welter junior dalam enam pertandingan terakhirnya, sementara Garcia kini semakin nyaman bertanding di kelas welter. Perbedaan ukuran ini bisa menjadi faktor penting jika Ryan Garcia dan Isaac Cruz akhirnya bertemu. Garcia memiliki jangkauan dan postur yang lebih besar, sedangkan Cruz perlu mengandalkan tekanan serta kemampuan bertarung dari jarak dekat untuk menyeimbangkan pertarungan.