Jakarta - Setelah menyelesaikan kompetisi di Thomas Cup dan Uber Cup 2026, PBSI kini fokus pada Thailand Open 2026 yang berlangsung dari 12 hingga 17 Mei. Turnamen ini menjadi momen penting bagi sektor ganda campuran Indonesia untuk menunjukkan performa terbaik mereka.
Indonesia baru saja menyelesaikan penampilan di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei, dengan hasil yang bervariasi. Tim putra, yang berpartisipasi dalam Thomas Cup, tersingkir di fase grup, sedangkan tim putri berhasil meraih medali perunggu setelah mencapai semifinal. Setelah kembali ke tanah air, PBSI langsung mempersiapkan diri untuk Thailand Open.
Pada turnamen level Super 500 ini, Indonesia tidak menurunkan banyak pemain utama di beberapa sektor. Di tunggal putra, hanya Anthony Sinisuka Ginting dan Mohammad Zaki Ubadillah yang kembali beraksi setelah membela tim di Thomas Cup, bersama dengan Prahdiska Bagas Shujiwo dan Muhamad Yusuf. Di tunggal putri, hanya Thalita Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang diperkuat.
Dari sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tidak tampil. Hanya Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi yang kembali dari skuad Thomas Cup. Indonesia juga menurunkan pasangan baru seperti M. Rian Ardianto/Rahmat Hidayat dan Muhammad Erwiansyah/Bagas Maulana. Untuk ganda putri, Indonesia menurunkan Isyana Syahira Meida/Rinjani Nastine dan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.
Berbeda dengan sektor lainnya, ganda campuran Indonesia hampir tampil dengan kekuatan penuh. Tim ini menurunkan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Wardana, Verrel Yustin Mulia/Aisyah Pranata, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, dan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Hal ini memberikan kesempatan besar bagi sektor ganda campuran untuk tampil maksimal dan meraih hasil positif di Thailand Open 2026, sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi pemain yang absen di Thomas dan Uber Cup.