Moto GP

DMO Pertamax Turbo Fin+ Raih Posisi Kedua di Seri Pembuka Kejurnas Rally 2026

Persaingan di kelas RC2 pada Kejurnas Rally 2026 dimulai dengan ketat, di mana Aldio Oekon dari tim DMO Pertamax Turbo Fin+ berhasil meraih podium kedua di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

E
Eko Prasetyo
09 May 2026 4 pembaca
DMO Pertamax Turbo Fin+ Raih Posisi Kedua di Seri Pembuka Kejurnas Rally 2026
Sumber gambar: otomotif.kompas.com

JAKARTA – Pada seri pembuka Kejurnas Rally 2026, kompetisi di kelas RC2 langsung memanas sejak hari pertama. Aldio Oekon, pereli dari tim DMO Pertamax Turbo Fin+, berhasil meraih posisi kedua dalam perlombaan yang berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada tanggal 8-9 Mei 2026. Bersama co-driver Respati Adhi, Aldio yang mengemudikan Hyundai i20 N Rally2 menunjukkan performa yang konsisten di tengah persaingan mobil-mobil dengan spesifikasi tinggi lainnya.

Pencapaian Positif di Tengah Persaingan Ketat

Hasil ini dianggap sebagai langkah positif bagi Aldio dan timnya, mengingat tingkat persaingan tahun ini jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Aldio menyatakan, "Alhamdulillah podium kedua di seri pembuka. Jujur ini hasil yang kita syukuri banget karena RC2 tahun ini isinya 8 mobil berkategori Rally2. Semua tim pabrikan turun dengan mobil spek dunia. Bisa podium di tengah persaingan segila ini bukti kerja keras seluruh tim DMO Pertamax Turbo Fin+. Dari mekanik, engineer, sampai support Pertamax Turbo yang bikin i20 N Rally2 kita reliable 2 hari. Ini modal bagus untuk putaran ke 2 yang akan diadakan hari Minggu 10 Mei 2026 di lokasi yang sama."

Selama balapan, jarak waktu antar pereli sangat tipis. Aldio, yang akrab disapa Dio, mengungkapkan bahwa perbedaan waktu di setiap Special Stage (SS) hanya terpaut sepersekian detik, sehingga memerlukan fokus yang ekstra untuk menghindari kesalahan fatal. "Ini salah satu rally paling ketat yang pernah saya ikuti. Gap di setiap stage cuma nol koma sekian detik. Sehingga dengan ketatnya waktu tersebut, kita tidak boleh melakukan kesalahan. Lengah dikit langsung melorot 3 posisi. Track Borneo juga baru buat semua orang. Karakternya full gravel, high speed, tapi banyak jebakan. Jadi kunci di recce atau survei, dan pace note harus benar-benar presisi. Salut buat penyelenggara AHSRT, Gazpoll, HRT yang bikin SS menantang tapi aman," tambahnya.

Strategi dan Manajemen yang Matang

Mengenai strategi yang diterapkan di lapangan, Aldio yang juga didukung oleh Rocket Racing Bali, menerapkan manajemen ban dan mesin yang baik. Ia tidak langsung memacu mobil secara maksimal sejak awal, melainkan membangun ritme secara bertahap. "Strategi kita dari awal to finish first, first you must finish. SS1-SS3 kita nggak langsung all-out. Cari ritme dulu, baca grip, sambil jaga ban dan mesin. Masuk SS4-SS5 baru kita push karena udah dapet feeling mobil. SS6-S57 itu penentuan. Banyak yang kena trouble karena terlalu maksain di awal. Kita konsisten, nggak bikin kesalahan, dan akhirnya bisa naik ke peringkat kedua. Tim juga kerja cepat pas service 45 menit. Itu kunci," ujarnya.

Sayangnya, hasil positif tersebut tidak diikuti oleh rekan setim Aldio, Donny M. yang turun di Kelas M.1 bersama Pramu Rahardjo. Donny terpaksa mengakhiri balapan lebih awal karena mengalami kendala teknis. Meskipun demikian, Donny tetap optimis untuk memperbaiki hasilnya pada putaran kedua yang akan berlangsung di lokasi yang sama.

Artikel Terkait