Logo
Berita Olahraga

Tim Boccia Indonesia Memulai Perjalanan di Asian Para Games 2026 dengan Kemenangan

Tim boccia Indonesia memulai kompetisi di Asian Para Games 2026 dengan penampilan yang mengesankan, di mana Muhammad Afrizal Syafa dan Gischa Zayana meraih kemenangan dalam laga perdana mereka.

S
Surya Kirana
17 October 2026 24 pembaca
Foto: NPC INDONESIA/AGUNG WAHYUDI
Foto: NPC INDONESIA/AGUNG WAHYUDI

Jakarta - Pertandingan awal fase grup cabang olahraga boccia pada Asian Para Games 2026 dimulai hari ini, Sabtu (17/10/2026), di Nagoya City General Gymnasium. Muhammad Afrizal Syafa, yang berkompetisi di nomor individu putra BC1, menjadi wakil pertama Indonesia yang tampil.

Afrizal menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi saat menghadapi lawan pertamanya dari Kazakhstan, Yerkhat Almat. Dengan gaya rambut yang dicat biru, ia memasuki arena. Namun, pertandingan tidak berjalan mulus bagi Afrizal di awal, karena ia tertinggal 0-3 pada babak pertama. Baru setelah itu, kemampuan Afrizal mulai terlihat, dan ia berhasil membalikkan keadaan dengan meraih empat poin berturut-turut, sehingga mengakhiri babak dengan skor 4-3.

Kendala di Awal Pertandingan

Afrizal mengungkapkan bahwa ia sering mengalami kesulitan di pertandingan awal. "Saya kalau di game-game awal memang sering main jelek sih. Di event-event sebelumnya juga begitu, belum langsung perform, masih cari-cari feel-nya. Setelah tertinggal tiga angka tadi, saya mencoba untuk bermain lebih tenang dan menikmati pertandingan," ujarnya usai laga, seperti yang dilaporkan oleh NPC Indonesia.

Atlet asal Solo ini bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di pertandingan selanjutnya. "Saya akan maksimalkan lagi di setiap pertandingan dan tidak mengulangi kesalahan seperti yang tadi," tambahnya. Afrizal juga memiliki strategi untuk mengganggu konsentrasi lawan dengan cara yang sah, seperti berteriak setiap kali berhasil melempar bola dengan baik. "Sebenarnya itu cuma buat pressure lawan saja. Itu saya lakukan di setiap pertandingan," jelasnya sambil tertawa.

Gaya Unik dan Kemenangan Lainnya

Mengenai penampilan uniknya, Afrizal menjelaskan bahwa ia memilih untuk mengecat rambutnya biru agar terlihat berbeda. "Saya warnain biru karena (bola) boccia itu biru dan merah. Nah, kalau merah kan sudah banyak (yang mengecat), makanya saya pilih biru," ungkapnya.

Sementara itu, Gischa Zayana, yang bertanding di kategori individu BC2, menunjukkan performa yang lebih tenang. Dalam pertandingan pembuka grup B, ia berhasil mengalahkan wakil Kamboja, Sas Sorn, dengan skor 7-2 meskipun sempat tertinggal dua angka di awal. Gischa mengaku merasa tegang saat melihat keramaian di stadion, namun ia berhasil menguatkan mentalnya dan meraih kemenangan.

Gischa menyatakan, "Tadi sempat sedikit nervous, karena melihat stadion yang ramai, demam panggungnya agak kerasa. Setelah itu saya mencoba untuk lebih menguatkan mental lagi, lebih tenang dan bermain dengan baik." Ia juga menyadari bahwa persaingan di grup B masih panjang, dengan dua lawan yang harus dihadapi, yaitu Satanan Phromsiri dari Thailand dan Zhazira Satybaldyeva dari Kirgistan. "Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan mendapatkan medali," ujarnya.

Pada hari pertama kompetisi, lima atlet boccia Indonesia berlaga dalam enam pertandingan. Selain Afrizal dan Gischa, terdapat Handayani (BC1 putri), Felix Ardi Yudha (BC2 putra), dan Muhammad Bintang Satria Herlangga (BC2 putra). Tim boccia Indonesia berhasil meraih hasil positif, dengan Handayani menang 13-0 atas wakil Macau, Bintang Satria menang 13-1 melawan wakil Uzbekistan, dan Felix Ardi membungkam wakil Mongolia dengan skor 17-0. Gischa juga tampil cemerlang dalam pertandingan keduanya, mengalahkan Zhazira Satybaldyeva dari Kirgistan dengan skor 20-0. Mereka dijadwalkan untuk kembali bertanding pada hari Senin (19/10/2026).

Artikel Terkait