Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, mengungkapkan bahwa kekuatan tim merupakan faktor utama dalam keberhasilan Indonesia meraih medali emas di nomor beregu putra Asian Games 2026 Aichi Nagoya. Tim Indonesia memastikan medali emas pertama mereka setelah mengalahkan China secara dramatis dengan skor 3-2 pada laga final yang digelar di Aichi pada Kamis, 24 September 2026.
Keberhasilan ini terasa lebih istimewa mengingat Skuad Merah Putih harus berjuang keras setelah tertinggal 0-2. Jonatan Christie menjadi yang pertama kalah dari Shi Yu Qi dalam dua gim langsung. Indonesia kemudian tertinggal lebih jauh setelah pasangan Fajar Alfian/Shohibul Fikri juga kalah 1-2 dari Liang Weikeng/Wang Chang. Namun, Indonesia mulai bangkit melalui Alwi Farhan yang berhasil mengalahkan Li Shifeng dengan skor 23-21, 15-21, 21-16.
Pertarungan Menentukan
Selanjutnya, Leo Carnando dan Daniel Marthin menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang dalam dua gim langsung melawan He Ji Ting/Liu Yi. Pertandingan kelima menjadi penentu, di mana Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal dari Weng Hongyang. Ubed akhirnya meraih kemenangan dengan skor 23-21, 21-13, yang memastikan Indonesia mengalahkan China dengan skor akhir 3-2.
Kekuatan Tim Indonesia
Eng Hian menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja sama semua pihak dalam tim bulutangkis Indonesia. Ia menegaskan bahwa atlet, pelatih, pengurus, dan semua elemen pendukung memiliki peran penting dalam pencapaian ini. “Inilah kekuatan tim Indonesia, di mana kita selalu now or never,” ungkap Eng Hian dalam keterangan pers setelah pertandingan.
Eng Hian juga menambahkan bahwa medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan bagian dari perkembangan program pembinaan bulutangkis di Indonesia. “Tentunya ini sebuah progres yang cukup bagus, sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita bisa lihat PBSI tidak diam. Kita melakukan program untuk mencetak atlet terbaik,” jelasnya.
Indonesia terakhir kali meraih medali emas pada nomor beregu putra di Asian Games Bangkok 1998. Dengan pencapaian di Aichi-Nagoya, Indonesia kembali menjadi juara setelah menunggu selama 28 tahun.