Tim bulu tangkis muda Indonesia telah sampai di Kairo, Mesir, untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Junior BWF yang bergengsi, yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Sebelum memasuki putaran final, skuad Indonesia menerima sambutan dari Kuncoro Giri Waseso, Duta Besar Indonesia untuk Mesir, di KBRI Cairo.
Manajer Tim Indonesia, Eskar Denatara, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan yang hangat, "Terima kasih atas sambutannya, telah mengundang dan menerima kedatangan kami. Kami membawa 43 kontingen ke Cairo ini untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Junior (WJC). Mudah-mudahan hasil seniornya beberapa waktu lalu di Asian Games bisa membawa pengaruh positif bagi adik-adiknya ini," ujarnya.
Pentingnya Kejuaraan Dunia Junior
Eskar menekankan pentingnya ajang ini, "Karena WJC ini adalah ajang yang sangat penting untuk melihat beberapa tahun ke depan bulutangkis Indonesia ada di mana. Terima kasih atas dukungan Pak Kuncoro beserta jajaran KBRI Cairo," tambahnya.
Kejuaraan Dunia Junior BWF akan dimulai pada hari Senin, 5 Oktober, dan ini merupakan kali kedua turnamen tersebut diadakan di benua Afrika. Sebelumnya, Pretoria, Afrika Selatan, menjadi tuan rumah 24 tahun yang lalu. Dengan edisi ke-26 Kejuaraan Dunia Junior, bulu tangkis di Afrika siap untuk melangkah maju, memasuki wilayah baru. Partisipasi dari benua ini sangat tinggi, dengan sembilan negara telah mendaftar.
Format dan Sistem Penilaian Kejuaraan
Dari 47 tim yang akan berkompetisi dalam Kejuaraan Tim Junior Dunia BWF untuk Piala Suhandinata, 19 berasal dari Eropa, 13 dari Asia, empat dari Pan Am, dan dua dari Oseania, serta sembilan dari Afrika. Kejuaraan beregu ini akan berlangsung dari tanggal 5 hingga 10 Oktober, diikuti oleh kejuaraan individu yang akan berakhir pada 17 Oktober.
Kejuaraan tim akan menerapkan sistem penilaian estafet yang telah direvisi, di mana setiap pertandingan akan dimainkan dalam format terbaik dari tiga set, dengan setiap set dimainkan hingga 55 poin. Satu set terdiri dari lima pertandingan, termasuk satu pertandingan tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, dengan setiap pertandingan dimainkan hingga 11 poin. Sementara itu, kejuaraan individu akan tetap menggunakan sistem penilaian 3×15 yang digunakan pada edisi sebelumnya.