Logo
Berita Olahraga

Tim Panjat Tebing Indonesia Sukses Raih Emas di World Climbing Series Chamonix

Tim panjat tebing Indonesia meraih medali emas dalam kategori speed perorangan di World Climbing Series yang berlangsung di Chamonix, Prancis, pada Minggu (12/7). Selain medali emas, Indonesia juga me...

E
Eko Prasetyo
12 July 2026 24 pembaca
Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengawinkan medali emas speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix, Prancis, Minggu (12/7). (Foto: Jan Virt/ World Climbing)
Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengawinkan medali emas speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix, Prancis, Minggu (12/7). (Foto: Jan Virt/ World Climbing)

Chamonix: Tim panjat tebing Indonesia berhasil meraih medali emas di kategori speed perorangan pada ajang World Climbing Series yang diadakan di Chamonix, Prancis, pada hari Minggu, 12 Juli. Selain medali emas, tim ini juga sukses mendapatkan satu medali perak di kategori speed perorangan putra.

Medali emas untuk Indonesia diraih oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi di kategori speed perorangan putri dan Veddriq Leonardo di kategori speed perorangan putra. Sementara itu, medali perak untuk kategori putra disumbangkan oleh Antasyafi Robby Al Hilmi. Desak Made menunjukkan performa yang stabil selama kompetisi ini, dan kemenangan ini menjadi yang pertama baginya di seri Chamonix. Medali emas yang diraihnya terasa semakin istimewa karena sebelumnya, di seri Krakow, Polandia, Desak Made juga berhasil meraih medali emas.

Performa Gemilang Desak Made

Di babak final perebutan medali emas, Desak Made berhadapan dengan atlet asal Italia, Giulia Randi. Desak Made tampil maksimal dan berhasil mencatatkan waktu tercepat, yaitu 6,22 detik, mengungguli Giulia Randi yang mencatatkan waktu 6,51 detik. Medali perunggu diraih oleh Capucine Viglione dari Prancis, yang berhasil mengalahkan Isis Rothfork dari Amerika Serikat dengan waktu 6,41 detik, sementara lawannya mencatatkan waktu 6,53 detik.

Desak Made merasa sangat bahagia dengan kemenangan ini. Ia menyatakan bahwa penampilannya di final sangat baik dan ia menikmati setiap momen saat memanjat. "Malam ini, saya tampil dengan performa terbaik. Saya sangat senang bisa memenangkan medali emas ini untuk negara saya dan tim saya. Dalam benak saya, saya selalu bilang mari lakukan yang terbaik," ujarnya setelah meraih kemenangan.

Kemenangan Veddriq Leonardo

Di kategori speed perorangan putra, Veddriq Leonardo bertanding melawan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, dalam perebutan medali emas. Veddriq berhasil unggul dengan waktu 4,89 detik, sedangkan Robby mencatatkan waktu 5,11 detik. Medali perunggu diraih oleh atlet Jepang, Ryo Omasa, yang berhasil mengalahkan atlet Tiongkok, Yicheng Zhao, dengan waktu 4,701 detik berbanding 4,704 detik.

Veddriq menyatakan rasa syukurnya atas kemenangan ini, terutama karena medali emas ini merupakan yang pertama baginya setelah meraih medali emas di Olimpiade. Ia mengungkapkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan ini cukup lama dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia serta tim yang telah memberikan dukungan. "Saya berasa sangat bersyukur. Apalagi ini medali emas pertama saya usai Olimpiade. Terima kasih atas dukungannya," kata Veddriq.

Ia juga mengakui bahwa sebelumnya ia belum bisa memanjat dengan sempurna karena keterbatasan dalam berlatih. "Saya berusaha dengan maksimal dan ini adalah pencapaian yang nyata. Saya sangat bersyukur dengan pencapaian ini," ungkapnya.

Asisten Pelatih Speed, Fitriyani, juga menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menilai bahwa semua atlet telah tampil total meskipun tidak ada latihan khusus setelah kompetisi di Krakow, Polandia. Tim Indonesia hanya melakukan penyesuaian dengan kondisi di Chamonix, Prancis. "Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, para atlet mampu menampilkan yang terbaik. Mereka sudah tampil dengan maksimal dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Kami sangat bangga akan pencapaian ini. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia yang senantiasa mendoakan kami," ujarnya.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait