Logo
Berita Olahraga

Tim Soft Tenis Indonesia Targetkan Medali di Asian Games 2026 Meski Terbatas Uji Coba

Meskipun mengalami keterbatasan dalam uji coba, tim soft tenis Indonesia tetap optimis menargetkan dua medali perak dan satu perunggu di Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya.

C
Citra Erwana
11 August 2026 22 pembaca
Foto: Mercy Raya/detikcom
Foto: Mercy Raya/detikcom

Jakarta - Tim soft tenis Indonesia menargetkan pencapaian tinggi di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, meskipun uji coba yang dilakukan sangat minim. Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP Pesti) menetapkan target untuk meraih dua medali perak dan satu medali perunggu.

Persiapan menuju Asian Games 2026 telah dimulai sejak bulan Maret, namun keterbatasan dana mengakibatkan tim hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan try out ke luar negeri. Manajer tim soft tenis Indonesia, Qamariah Ferly Montolalu, menyatakan bahwa mereka akan terus mematangkan persiapan hingga keberangkatan ke Jepang pada 15 September mendatang. "Iya karena memang ada keterbatasan anggaran dari Kemenpora juga, kami hanya mendapat kesempatan satu kali try out di Korea pada Juni kemarin," ungkap Ferly saat ditemui setelah latihan di Kebayoran Lama pada Selasa (11/8/2026).

Pengalaman dari Uji Coba di Korea Selatan

Dalam try out yang dilakukan di Korea Selatan, tim Indonesia mengikuti dua turnamen internasional, yaitu di Incheon pada 15-22 Juni dan Sunchang pada 23-29 Juni. Dari keikutsertaan tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali perunggu. Meskipun hanya memiliki satu agenda uji coba internasional, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami kekuatan calon lawan di Asian Games. "Sudah mendapat gambaran calon yang kami hadapi di Asian Games, seperti edisi sebelumnya itu Jepang, Korea, dan Taiwan yang cukup dominan untuk cabor ini," tambahnya.

Komposisi Atlet dan Target Medali

Di Asian Games 2026, Indonesia akan menurunkan tujuh atlet, yang terdiri dari lima putra dan dua putri. Mereka adalah Tio Juliandi Hutauruk, Fernando Sanger, Bagus Angga Boedy Pradewa, Rizky Zammy Febrian Laluyan, Muhammad Reza Falevi, Siti Nur Arasy, dan Allif Nafiiah. Ketujuh atlet ini diproyeksikan untuk berlaga di lima nomor, yaitu beregu putra, ganda putri, tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran. Dari lima nomor tersebut, Pesti telah menentukan sektor yang dianggap paling mungkin untuk meraih medali.

"Dua medali perak dan satu medali perunggu. Dari beregu putra, ganda campuran, dan tunggal putri," jelas Ferly. Target ini menunjukkan ambisi tim soft tenis Indonesia untuk meningkatkan pencapaian dibandingkan dengan dua Asian Games sebelumnya. Pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, Indonesia mengumpulkan satu medali perak dan tiga perunggu. Medali perak diraih oleh Alexander Elbert Sie dari tunggal putra, sedangkan perunggu diperoleh dari tunggal putra, tunggal putri, dan beregu putra. Sementara pada Asian Games 2022 di Hangzhou, yang berlangsung pada tahun 2023, Indonesia hanya berhasil meraih satu medali perunggu dari nomor beregu putra. Dengan demikian, target dua perak dan satu perunggu di Aichi-Nagoya berpotensi menjadi peningkatan dibandingkan pencapaian di Hangzhou.

Ferly menyadari bahwa mencapai target tersebut bukanlah hal yang mudah. Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan merupakan negara-negara yang selama ini memiliki kekuatan besar di cabang soft tenis di Asia. Oleh karena itu, Indonesia tidak memasang target emas, melainkan memilih sasaran yang lebih realistis berdasarkan peta persaingan. "Iya kalau melihat peta kekuatan cukup berat buat kita (untuk mendapat medali emas). Yang realistis bagi kami adalah medali perak dari beregu putra dan ganda campuran," ungkap Ferly.

Selain dua medali perak tersebut, nomor tunggal putri juga diharapkan dapat menyumbangkan satu medali perunggu. Salah satu andalan di sektor putri adalah Siti Nur Arasy, yang memiliki modal positif setelah menjuarai nomor tunggal putri Pathum Thani International 2025 di Thailand dengan mengalahkan wakil Taiwan Cheng Jul di final.

Soft tenis akan mempertandingkan lima nomor di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda campuran, beregu putra, dan beregu putri. Dengan persiapan yang terus ditingkatkan hingga keberangkatan ke Jepang, tim soft tenis Indonesia berharap keterbatasan dalam uji coba tidak menghalangi mereka untuk mencapai target medali di Asian Games 2026.

Artikel Terkait