Jakarta - Tim nasional angkat besi Indonesia menunjukkan keyakinan untuk meraih medali emas pada Asian Games 2026. Keyakinan ini muncul berkat kehadiran tiga atlet utama yang telah berprestasi di Olimpiade. Hengky Silatang, anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI), melepas Timnas angkat besi Indonesia menuju Aichi-Nagoya dengan harapan tinggi.
Tim ini terdiri dari delapan atlet, yang terbagi menjadi empat putra dan empat putri. Di antara delapan lifter tersebut, terdapat tiga atlet bintang Merah Putih, yaitu Rizki Juniansyah, Rahmat Erwin Abdullah, dan Eko Yuli Irawan.
Atlet Andalan Siap Berjuang
Hengky mengungkapkan, "Saya tidak meragukan kemampuan tiga lifter tangguh yang sudah menyumbangkan medali pada Olimpiade. Makanya, saya optimistis cabang angkat besi bisa menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Merah Putih," dalam pernyataan tertulisnya.
Rizki Juniansyah akan bertanding di kelas 85kg dengan misi untuk merebut medali emas Asian Games, setelah sebelumnya tidak dapat tampil di edisi sebelumnya karena masalah kesehatan. Sebagai peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki bertekad untuk menambah koleksi gelarnya dengan emas dari Natoya.
Rahmat Erwin Abdullah, juara bertahan yang akan turun di kelas 73kg, juga menjadi harapan besar bagi PB PABSI. Ia bertekad untuk mempertahankan medali emasnya dan memecahkan rekor Asian Games. Di Asian Games 2023, ia berhasil meraih emas sambil memecahkan rekor dunia Clean and Jerk dengan angkatan 201kg.
Pengalaman Eko Yuli Irawan
Sementara itu, Eko Yuli Irawan akan berlaga di kelas 65kg. Atlet yang telah mengoleksi empat medali Olimpiade ini diharapkan dapat menambah koleksi medali emasnya, setelah sebelumnya meraih satu emas dan dua perunggu di Asian Games 2010, 2014, dan 2018. Meskipun kini bertanding di kelas baru, pengalaman dan mental juara menjadi modal penting baginya.
Eko menyatakan, "Yang terbaik saja, berusaha saja, menikmati kompetisi saja. Perkara nanti ada podium enggak? Ya kita lihat di sana, di hari pertandingannya seperti apa." Ia juga menambahkan, "Ya pasti inginnya seperti itu (menutup akhir dengan manis) tapi lihat kondisi dan lawan-lawannya juga. Apakah dengan usia begini masih bisa bersaing kita lihat nanti."