Toprak Razgatlioglu mengakui bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk masuk pit dan menghentikan balapan di MotoGP Austria 2026. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk terus melaju hingga garis finis sebagai bentuk penghormatan kepada Yamaha. Balapan yang berlangsung di Red Bull Ring pada Minggu (20/9/2026) itu terasa sangat sulit bagi pembalap Prima Pramac Yamaha ini.
Sejak lima lap pertama, Toprak merasakan kurangnya grip pada motornya. "Saya juga sangat terkejut, karena sejak awal, lima lap pertama, saya sudah tidak merasakan grip," ungkapnya. Ia merasakan bahwa ban motornya terus berputar tanpa memberikan akselerasi yang memadai. "Saya benar-benar marah pada motor karena saya bertanya kepada diri sendiri, 'Ini ban baru, tapi bagaimana mungkin tidak ada grip sejak awal?'" lanjutnya.
Kesulitan di Trek
Masalah grip yang dialami Toprak semakin parah pada enam lap terakhir balapan, membuatnya mulai meragukan kemampuannya untuk menyelesaikan balapan. "Pada akhirnya, enam lap terakhir, saya bertanya kepada diri sendiri, 'Bagaimana mungkin saya menyelesaikan balapan?', karena di trek lurus ban hanya terus spin," jelasnya. Ia juga menambahkan, "Keluar dari tikungan pertama, ketika saya mulai menegakkan motor, saya hanya spin. Di mana-mana, saya hanya merasakan spin dalam enam lap terakhir."
Toprak menyebutkan bahwa pengalaman di MotoGP Austria ini merupakan balapan terburuk kedua dalam kariernya, setelah mengalami masalah serupa di Thailand pada musim yang sama. "Ini adalah balapan terburuk kedua dalam hidup saya, yang lainnya juga terjadi tahun ini. Salah satunya di Thailand. Saya merasakan hal yang sama, tanpa grip. Di sini, bannya sama, jadi ini sangat aneh. Kemarin kami bisa mengatasinya. Tapi hari ini, saya tidak mengharapkan ini," tuturnya.
Keputusan untuk Tetap Berjuang
Walaupun menghadapi kesulitan yang cukup besar, Toprak tetap mempertimbangkan untuk tidak masuk pit. "Saya terkadang berpikir untuk masuk pit. Tapi saya cukup menghormati Yamaha untuk terus berkendara, karena kecepatannya benar-benar buruk. Saya hanya mencoba menyelesaikan balapan, tetapi saya sama sekali tidak menikmatinya. Saya pikir semua Yamaha mengalami hal yang sama," katanya.
Di akhir balapan, Toprak berhasil menyelesaikan perlombaan meskipun berada di posisi ke-20, terpaut 46,7 detik dari pemenang. Keputusan untuk tetap bertahan hingga garis finis menunjukkan dedikasinya terhadap tim dan motornya.