Mantan juara dunia tinju, Zolani Tete, meninggal dunia akibat tembakan di depan rumahnya yang terletak di Mdantsane, Eastern Cape, Afrika Selatan, pada hari Jumat, 21 Agustus. Tete, yang berusia 38 tahun, diserang oleh dua pria bersenjata saat berada di dalam mobilnya.
Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, mengonfirmasi berita duka ini. Ia menjelaskan bahwa Tete ditembak saat menunggu gerbang rumahnya terbuka. Dalam insiden tersebut, seorang perempuan berusia 27 tahun yang bersamanya juga terkena beberapa tembakan dan kini mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Penyergapan yang Mematikan
Menurut pihak kepolisian, Tete sedang dalam perjalanan pulang ketika dua orang pelaku yang mengenakan balaclava mendekati kendaraan yang ditumpanginya. Kedua pelaku keluar dari sebuah mobil dan langsung melepaskan tembakan ke arah mobil Tete. Penyelidikan telah dimulai, tetapi hingga saat ini, motif di balik pembunuhan tersebut belum terungkap. McKenzie menyatakan bahwa ia tidak ingin berspekulasi mengenai siapa yang mungkin bertanggung jawab atau alasan di balik serangan ini.
Karier Gemilang Tete
Zolani Tete, yang dikenal dengan julukan "Last Born", dikenal luas karena prestasinya yang mengesankan dalam dunia tinju. Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya terjadi pada November 2017, ketika ia menghentikan petinju asal Afrika Selatan, Siboniso Gonya, hanya dalam waktu 11 detik di Belfast. Kemenangan tersebut tercatat sebagai penghentian tercepat dalam sejarah pertarungan perebutan gelar dunia. Pada saat itu, Tete mempertahankan sabuk WBO kelas bantam yang diraihnya pada tahun yang sama dan memegang gelar tersebut hingga 2019.
Sebelumnya, Tete juga menjadi juara kelas bantam junior versi IBF setelah mengalahkan petinju Jepang, Teiru Kinoshita, di Kobe pada 2014. Ia juga pernah memegang gelar kelas terbang versi WBF. Petinju kidal ini memiliki pengalaman bertanding di Inggris dan cukup dikenal di kalangan penggemar tinju di sana, termasuk saat ia mengalahkan Paul Butler di Echo Arena, Liverpool, pada 2015, dan Victor Ruiz di tempat yang sama setahun setelahnya.
Dalam total 34 pertarungan sepanjang karier profesionalnya, Tete meraih 29 kemenangan, dengan 22 di antaranya melalui knockout, serta mengalami empat kekalahan dan satu hasil no contest. Pertandingan terakhirnya berlangsung pada tahun 2022, di mana ia berhasil mengalahkan Jason Cunningham di London. Namun, hasil tersebut kemudian diubah menjadi no contest setelah Tete dinyatakan positif menggunakan zat terlarang, yang mengakibatkan ia menerima sanksi larangan bertanding selama empat tahun. Sanksi tersebut baru akan berakhir pada 29 Juli 2026, beberapa minggu sebelum kematiannya. Laporan menyebutkan bahwa Tete sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke ring sebelum tragedi ini terjadi.
Kematian Zolani Tete kembali menyoroti masalah kekerasan dan kriminalitas yang terjadi di Afrika Selatan. Mdantsane, tempat di mana Tete dibunuh, dikenal sebagai kawasan yang melahirkan banyak petinju sukses di negara tersebut.