KOMPAS.com – Dalam waktu singkat, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil mengubah jalannya pertandingan final Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya. Dua gol cepat yang dicetak ke gawang Universitas Negeri Malang (UM) menjadi kunci kemenangan UNESA dengan skor 2-0 dalam laga yang berlangsung di GOR Pertamina ITS, Surabaya, pada Selasa sore, 20 Oktober 2026. Kemenangan ini memastikan tim yang dilatih oleh Achmad Rizky Widianto menjadi juara regional, meskipun mereka menilai bahwa ini baru merupakan langkah awal menuju target yang lebih besar, yaitu fase nasional atau The Nationals.
Strategi Agresif di Awal Pertandingan
Pelatih Achmad mengungkapkan bahwa timnya telah menyiapkan strategi agresif sejak awal pertandingan untuk mencetak gol. "Kami memang sudah siapkan strategi tampil agresif di awal untuk mencari gol dulu. Bersyukur banget kami dapat dua gol di babak pertama. Setelah itu, kami lebih ke menikmati permainan," ujarnya kepada jurnalis.
Fokus Menuju The Nationals
Setelah meraih gelar juara regional Surabaya, UNESA tidak ingin berlama-lama merayakan kemenangan. Para pemain segera mengalihkan perhatian mereka ke babak selanjutnya, di mana para juara dan tim yang lolos dari berbagai regional akan bersaing. Kalley Rayo, salah satu pemain UNESA, menegaskan bahwa tujuan tim mereka bukan hanya sekadar menjadi juara regional. The Nationals dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 25 November hingga 2 Desember 2026. "Kami senang tampil di Campus League. Ini wadah bagi student-athlete untuk melanjutkan karier di liga profesional. Kami juga mendapat eksposur dari berbagai media sehingga bisa dipandang di daerah lain. Kami bahagia, Campus League memang bagus," ungkap kapten tim tersebut.
Sementara itu, meskipun UM gagal meraih gelar di kategori putra, mereka tetap mencatatkan prestasi dengan menjadi juara di kategori putri. UNESA menempati posisi runner-up, dan Andini Angelina Putri dari UNESA menjadi top skor dengan mencetak 14 gol. Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya berlangsung sejak 13 Oktober dan melibatkan 10 tim putra serta empat tim putri dari 11 perguruan tinggi.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menilai bahwa kualitas tim-tim futsal kampus di Jawa Timur mulai menunjukkan kemajuan dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya. "Kalau kita kilas balik ke season zero tahun lalu, ada banyak tim futsal Jawa Timur yang berkembang dari aspek kemampuan. Mereka merekrut pemain dengan lebih detail. Seperti yang saya bilang, hal baik itu butuh waktu dan proses," tuturnya. Ia percaya bahwa kampus-kampus akan terus berbenah dalam merekrut student-athlete yang lebih baik dan menciptakan iklim yang semakin kompetitif.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Campus League tidak hanya sekadar menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga diarahkan untuk menjadi wadah pengembangan kemampuan dan karakter mahasiswa. Kompetisi ini membantu peserta mengembangkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan. "Olahraga menjadi ruang positif bagi anak muda untuk bertumbuh, membangun kepercayaan diri, serta menciptakan dampak baik bagi lingkungan sekitar," kata Perwakilan Bayan Peduli, Merlin. "Kami harap Campus League turut melahirkan talenta-talenta muda, unggul, berdaya saing, serta berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," tambahnya.
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, juga menyampaikan dukungan serupa, menilai bahwa ekosistem olahraga kampus dapat berperan dalam pengembangan generasi muda. "Melalui Campus League, kami mendorong generasi muda tetap aktif, kompetitif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sebagai perusahaan elektronik yang terus berinovasi bersama anak bangsa," ujarnya. "Polytron berharap tumbuhnya ekosistem olahraga di kampus turut mencetak generasi penerus yang unggul secara akademik, tangkas, dan siap menghadapi perkembangan zaman," Diantika menambahkan.
Selanjutnya, rangkaian Campus League 2026 Futsal akan berlanjut ke Regional Yogyakarta yang melibatkan 16 tim putra dan tujuh tim putri, berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII pada 20 hingga 27 Oktober 2026.