Timnas Prancis mengalami kekalahan tipis 90-87 dari Serbia dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung di Beogradska Arena, di mana banyak penonton hadir untuk menyaksikan laga tersebut. Meskipun sempat menunjukkan kebangkitan di akhir kuarter keempat, Prancis tidak mampu mengejar ketertinggalan yang ada.
Victor Wembanyama, salah satu bintang muda Prancis, mengungkapkan kesulitan yang ia alami dalam menemukan ritme permainan serta beradaptasi dengan gaya bermain FIBA. Ia juga menyoroti perbedaan signifikan dalam jenis bola yang digunakan dalam pertandingan tersebut. "Saya merasa agak kaku. Kami masih berusaha menemukan ritme dan pola permainan yang dibutuhkan. Kami berjuang hingga akhir dan saya sangat senang karenanya; kami tidak pernah menyerah," ungkap Wembanyama setelah pertandingan.
Kinerja Tim dan Perbandingan dengan Lawan
Dalam pertandingan itu, Wembanyama hanya berhasil mencetak 10 poin dan meraih 4 rebound. Sementara itu, di pihak Serbia, Nikola Jokic hampir mencatatkan triple-double, menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Wembanyama juga memberikan pandangannya mengenai jalannya pertandingan, "Saya tidak tahu bagaimana situasinya terlihat dari pinggir lapangan, tapi menurut saya pertandingan malam ini tidak berlangsung kasar. Saya rasa ada rasa saling menghormati yang besar dari kedua belah pihak. Mungkin ada satu situasi yang sedikit lebih agresif, namun selain itu, tidak ada hal yang luar biasa. Permainan yang solid dari kedua tim."
Perbedaan Bola Basket FIBA dan NBA
Ketika ditanya tentang perbedaan utama antara bola basket FIBA dan NBA, Wembanyama menjelaskan, "Yang terpenting adalah bola yang kita gunakan untuk bermain. Ada banyak perbedaan dibandingkan dengan NBA, namun ini adalah salah satu yang terbesar." Penjelasan ini menunjukkan betapa pentingnya adaptasi terhadap peralatan yang digunakan dalam setiap kompetisi.