Logo
Basket

--- Wade Baldwin Sebut Zalgiris Kaunas Sebagai Rival Terberatnya ---

--- Wade Baldwin IV mengungkapkan bahwa Zalgiris Kaunas merupakan lawan tersulit yang pernah dihadapinya dalam kariernya, terutama saat membawa Fenerbahce Beko ke Athena. ---

C
Citra Erwana
11 May 2026 12 pembaca
---
Wade Baldwin Sebut Zalgiris Kaunas Sebagai Rival Terberatnya

---
Wade Baldwin Ungkap Zalgiris Kaunas Lawan Tersulitnya
---TITLEEXCERPT--- Wade Baldwin IV mengungkapkan bahwa Zalgiris Kaunas merupakan lawan tersulit yang pernah dihadapinya dalam kariernya, terutama saat membawa Fenerbahce Beko ke Athena. ---CONTENT---

Wade Baldwin IV menunjukkan dedikasinya yang luar biasa saat bermain untuk Zalgiris Kaunas. Dalam kondisi kelelahan yang ekstrem, ia berhasil membawa Fenerbahce Beko ke Athena. "Ini mungkin pertandingan tersulit dalam karier saya, dilihat dari segi kelelahan. Dengan sekitar dua menit tersisa sebelum perpanjangan waktu, mungkin ini adalah saat paling lelah yang pernah saya rasakan dalam karier saya," ungkap Baldwin usai pertandingan yang menegangkan di Kaunas, yang hampir saja membawa seri playoff Zalgiris-Fenerbahce ke Game 5 yang menentukan.

Perjuangan di Tengah Kelelahan

Sebelum mencapai titik kelelahan fisik dan emosional yang parah, Baldwin masih mampu menemukan tenaga untuk membawa Fenerbahce meraih kemenangan di Kaunas. Dengan waktu tersisa 32 detik dan Fenerbahce tertinggal dua poin, Baldwin melakukan tembakan tiga angka yang sangat sulit di atas Nigel Williams-Goss, yang berusaha keras untuk menghalangi tembakan tersebut.

Namun, Baldwin dengan cepat membaca lintasan bola. Ia tidak yakin tembakannya akan berhasil, jadi begitu kakinya menyentuh lantai, ia langsung berlari menuju ring. Keempat pemain bertahan Zalgiris sibuk menghalangi lawan masing-masing, dan tiba-tiba jalur terbuka untuk lompatan kedua Baldwin. Bola memantul sempurna dari ring depan – tepat di tempat di mana Baldwin melayang.

Momen Penyelamatan yang Krusial

Arnas Butkevicius menyadari potensi bahaya dan berusaha menghalangi rebound, tetapi Baldwin sudah berada di posisi yang tepat. Ia melompat lebih tinggi dari yang lain, memasukkan bola dengan sentuhan ringan, dan menyamakan kedudukan. Kemudian, momen penyelamatan lainnya pun terjadi.

Artikel Terkait