RANS Simba Bogor berhasil menutup musim dengan hasil positif, namun pelatih Wahyu Widayat Jati tetap mengungkapkan kritik terhadap penampilan para pemainnya, terutama di awal pertandingan. Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta, di mana Hangtuah Jakarta meraih kemenangan 72-53 atas RANS, menandai tiga kemenangan beruntun mereka di akhir musim.
Kritik Terhadap Performa Awal Tim
Wahyu Widayat Jati menyatakan, “Kami sempat kesulitan menghadapi strategi RANS karena beberapa pemain slow respon dan energi tidak ada. Hal itu yang selalu menjadi masalah kami. Saya ada masalah di terutama transisi. Pemain lokal saya tidak biasa lari cepat.” Meskipun timnya berhasil meraih kemenangan, pelatih Hangtuah merasa perlu untuk memperbaiki performa pemain yang tidak tampil optimal di awal pertandingan.
“Ini menjadi PR kami. Nanti dua minggu menjelang babak playoff, kami akan mencoba untuk memperbaikinya. Kedua, rotasi pertahanan. Di awal pertandingan rotasi kami juga jelek. Tidak ada komunikasi sama sekali,” tambahnya. Menurutnya, kurangnya komunikasi di lapangan membuat lawan mendapatkan peluang tembakan yang terbuka.
Performa Tim di Akhir Musim
Meski demikian, di kuarter keempat, Hangtuah menunjukkan peningkatan performa. Tim ini berhasil meraih tiga kemenangan berturut-turut di bulan Mei, sehingga rekor mereka menjadi 10-10. Dengan hasil tersebut, Hangtuah berhasil menyelesaikan musim di papan tengah klasemen. Namun, posisi mereka untuk babak playoff masih tergantung pada hasil pertandingan antara Dewa United Banten dan Kesatria Bengawan Solo, yang saat berita ini diturunkan sedang berlangsung.