Pemain ganda putra Indonesia, Wan Arif Junaidi, mengakui bahwa perubahan terbaru dalam timnya memicu banyak pemikiran, namun ia bertekad untuk memulai lembaran baru. Wan Arif, yang sebelumnya berpasangan dengan Yap Roy King, kini dipasangkan dengan pemain junior Faiq Haziq Masawi sebagai bagian dari eksperimen tim pelatih nasional. Mereka dijadwalkan untuk debut di Malaysia Super 100 yang akan berlangsung minggu depan di Iskandar Puteri, Johor.
Sementara Yap Roy King melanjutkan kariernya di level yang lebih tinggi, Wan Arif kini dihadapkan pada tantangan untuk membangun kembali kemitraan sambil memberikan bimbingan kepada pemain yang lebih muda. Perubahan ini tidaklah mudah bagi Wan Arif, yang merasa perlu meminta nasihat dari pelatih dan pemain senior untuk membantunya menghadapi situasi ini. "Tentu saja, saya merasa gelisah dan banyak hal yang mengganggu pikiran saya," ungkap Arif. "Namun ketika saya memikirkannya, saya menyadari bahwa ini bukan hanya terjadi pada saya. Pemain lain juga mengalami hal yang sama," tambahnya.
Menjalani Perubahan dan Tantangan Baru
Wan Arif juga mengungkapkan bahwa ia telah meminta saran dari pelatih dan pemain senior, yang memberikan dukungan yang dibutuhkan. Sebelumnya, ia dan Roy King menikmati kemitraan yang menjanjikan, berhasil menjadi runner-up di Spain Masters pada tahun 2024 dan meraih kemenangan di Macau Open tahun lalu sebelum perombakan memisahkan mereka. Di awal tahun ini, Arif berpasangan dengan Kang Khai Xing, namun mereka mengalami empat kekalahan di babak pertama dalam empat turnamen yang diikuti.
Meski menghadapi kemunduran, Arif siap menerima peran barunya. Para pelatih berharap ia dapat membantu Faiq beradaptasi dan bersaing dengan pemain yang lebih berpengalaman. "Para pelatih ingin kami mencobanya. Mereka juga berharap saya dapat membantu para pemain junior merasakan bagaimana rasanya berpartner dengan pemain senior," jelasnya. "Saya harap dia bisa memberikan yang terbaik dan tidak takut di lapangan."
Persiapan Menghadapi Turnamen
Keputusan untuk menjalin kemitraan baru ini diambil setelah diskusi dengan direktur pelatihan ganda nasional, Rexy Mainaky, serta kepala pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi. Kedua pelatih sepakat untuk mengevaluasi kombinasi tersebut berdasarkan performa dan hasil sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Arif dan Faiq dijadwalkan mengikuti tiga turnamen, dimulai dengan Super 100 minggu depan, diikuti oleh kompetisi di Indonesia dan Taiwan.
Namun, pemulihan Arif dari cedera bahu masih berlangsung, yang membuat persiapan mereka menjadi lebih sulit. Ia menyatakan bahwa ia baru kembali berlatih di lapangan sekitar dua minggu yang lalu dan belum sepenuhnya pulih. "Pemahaman kami masih agak tidak konsisten karena saya baru saja kembali dari cedera dan belum pulih sepenuhnya," tuturnya. "Kita lihat saja bagaimana perkembangannya selama turnamen. Semoga kita bisa beradaptasi dengan cepat."
Arif juga menyadari bahwa bermain bersama Faiq akan memerlukan penyesuaian taktik, terutama karena keduanya adalah pemain kidal. "Sebelumnya, cara saya bermain dengan Roy King berbeda. Dengan Faiq, yang juga kidal, saya harus mengatur ulang semuanya," jelasnya. Meski demikian, Arif yakin bahwa kombinasi unik mereka sebagai pemain kidal dapat memberikan keuntungan melawan lawan yang lebih terbiasa menghadapi pasangan pemain tangan kanan atau kombinasi tangan kanan-kiri. "Biasanya, lawan terbiasa bermain melawan dua pemain kidal atau kombinasi kanan-kiri," katanya. "Namun karena kami berdua kidal, itu mungkin akan membingungkan mereka. Itu bisa menjadi keuntungan bagi kami."