Kesetiaan Victor Wembanyama kepada San Antonio Spurs tidak hanya sekadar ucapan belaka. Pemain yang akrab disapa Wemby ini memilih untuk menandatangani kontrak lima tahun senilai 252 juta Dolar AS, meskipun nilai tersebut berada di bawah potensi maksimal yang bisa ia dapatkan. Dengan langkah ini, Spurs dapat menghemat hingga 50 juta Dolar AS, sementara jika ia menunggu hingga tahun depan, Wemby diperkirakan dapat memperoleh kontrak hingga 303 juta Dolar AS.
Wemby, yang merupakan Pemain Bertahan Terbaik tahun 2026, rela memberikan potongan sebesar Rp800 miliar dari potensi kontraknya demi memberikan kesempatan bagi Spurs untuk membangun tim yang lebih kuat. Dalam wawancaranya dengan The Athletic, Wemby menyampaikan harapannya untuk membantu timnya mencapai performa terbaik. Ia menegaskan bahwa uang bukanlah prioritas utamanya, "Realitas NBA saat ini seringkali membuat tim tidak dapat mencapai potensi maksimalnya karena kendala finansial. Saya ingin memastikan hal itu tidak terjadi pada tim kami," ungkapnya.
Peluang Kontrak Supermaks
Sebelum memutuskan untuk menandatangani kontrak terbarunya, Wemby sebenarnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan kontrak supermaks sesuai dengan Aturan Derrick Rose. Aturan ini memungkinkan pemain rookie untuk memperoleh hingga 30 persen dari salary cap, yang lebih tinggi dibandingkan standar 25 persen. Wemby telah memenuhi syarat tersebut dengan masuk dalam daftar All-NBA, meraih gelar Pemain Bertahan Terbaik, serta menjadi finalis MVP NBA 2026.
Membangun Dinasti Juara
Bagi Wemby, kesempatan untuk membangun dinasti juara bersama Spurs lebih berharga daripada mengejar keuntungan finansial pribadi. Ia percaya bahwa dengan memberikan ruang gaji yang lebih fleksibel, manajemen Spurs dapat mempertahankan pemain kunci dan mendatangkan talenta baru untuk memperkuat tim di masa depan. Spurs sendiri memiliki peluang besar untuk meraih gelar NBA, setelah nyaris mencapai puncak kejayaan musim lalu dengan menembus Final NBA untuk pertama kalinya dalam 12 tahun. Sayangnya, mereka harus mengakui keunggulan New York Knicks dengan skor 4-1 dalam perebutan trofi Larry O’Brien.
Langkah pengorbanan gaji serupa pernah diambil oleh Jalen Brunson pada tahun 2024, yang merelakan 113 juta Dolar AS dalam kontraknya dengan Knicks. Keputusan tersebut terbukti efektif, memberikan Knicks gelar juara setelah penantian selama 53 tahun. Selain itu, tradisi pengorbanan ini juga telah dilakukan oleh legenda Spurs seperti Tim Duncan dan Manu Ginobili, yang memilih untuk menerima kontrak lebih kecil agar tim dapat mempertahankan skuad yang kompetitif, yang berujung pada lima cincin juara di era mereka.