Musim yang bersejarah bagi A'ja Wilson, yang berhasil meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) WNBA untuk kelima kalinya, harus berakhir lebih cepat dari yang diinginkan. Las Vegas Aces terpaksa mengakui keunggulan Golden State Valkyries setelah kalah 77-87 dalam pertandingan ketiga semifinal playoff yang berlangsung pada Jumat (9/10) waktu setempat, sehingga mereka tersingkir dengan hasil 0-3 dalam format best-of-five.
Dalam laga penentuan tersebut, A'ja Wilson mencatatkan 21 poin dan 10 rebound. Namun, performanya tidak cukup untuk menyelamatkan tim juara bertahan tersebut. Ia hanya berhasil memasukkan enam dari 19 tembakan yang dilakukan, serta gagal dalam tiga lemparan bebas pada kuarter keempat. Selain itu, Wilson juga kehilangan bola saat pertandingan tersisa 1 menit 54 detik, memberikan kesempatan bagi Valkyries untuk menyamakan kedudukan melalui serangan berikutnya. Setelah momen tersebut, Aces tidak pernah mampu kembali memimpin. Tembakan Wilson di dekat ring juga meleset, sebelum Valkyries berhasil mencetak angka dan unggul dua poin. Jackie Young kemudian menyamakan kedudukan, memaksa pertandingan berlanjut ke babak overtime. Namun, Aces harus menelan kekalahan telak 6-16 di babak tambahan.
Kekecewaan dan Harapan untuk Musim Depan
Setelah pertandingan, Wilson mengungkapkan, “Saya ingin melakukan segala yang bisa saya lakukan untuk tim, dan saya merasa pada beberapa momen saya tidak berhasil melakukannya. Hal itulah yang akan terus saya pikirkan, lebih daripada lemparan bebas yang gagal atau tembakan yang meleset.” Kegagalan ini menandai akhir musim ketika Wilson kembali menunjukkan dominasi di kompetisi. Ia menjadi pemain pertama yang meraih lima penghargaan MVP WNBA dan mencatatkan tiga gelar secara beruntun.
Pada musim reguler, Wilson menjadi pencetak angka terbanyak di liga dengan rata-rata 26,2 poin per pertandingan, serta mencatatkan rata-rata 9,2 rebound. Ia juga mencatatkan 3,2 assist per pertandingan, angka tertinggi dalam kariernya, dan memiliki akurasi tembakan tiga angka sebesar 40,4 persen, yang merupakan rekor terbaiknya. Perkembangan permainannya tidak terlepas dari bimbingan pelatih Aces, Becky Hammon, yang mendorongnya untuk memperluas kemampuan dari pemain dominan di dekat ring menjadi ancaman dari berbagai area lapangan. Wilson juga telah tiga kali terpilih sebagai Defensive Player of the Year.
Tantangan dan Kontroversi Sepanjang Musim
Meski demikian, perjalanan Aces di musim ini tidak lepas dari berbagai tantangan. A'ja Wilson sempat mengalami cedera pergelangan kaki pada bulan Juni dan awal Juli, sehingga tidak dapat memperkuat tim nasional Amerika Serikat di Piala Dunia FIBA putri karena masalah punggung. Setelah masa pemulihan, ia kembali tampil mengesankan di akhir musim reguler, mencetak 38 poin dan 16 rebound pada pertandingan pertama semifinal melawan Indiana Fever. Kontroversi juga mewarnai gim kedua melawan Fever ketika Wilson terlibat konfrontasi dengan seorang penonton yang menunjuk ke arahnya setelah wasit meniup peluit pelanggaran. Meskipun ia menerima technical foul, tidak ada hukuman tambahan yang dijatuhkan oleh liga.
Aces akhirnya meraih kemenangan di gim ketiga melawan Fever, namun tidak dapat mempertahankan momentum ketika berhadapan dengan Valkyries. Pada gim pertama semifinal, mereka hanya mampu mencetak 60 poin, terendah sepanjang musim, dan kehilangan Jewell Loyd akibat cedera kaki. A'ja Wilson menyatakan kekecewaannya karena tidak dapat membawa timnya kembali meraih gelar juara, tetapi tetap menghargai pencapaian yang telah diraih sepanjang musim. “Penghargaan individu akan menjadi seperti apa adanya. Saya menyukainya dan menghargainya. Namun, tujuan utama kami selalu menjadi juara,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Aces akan berusaha untuk kembali bersaing di musim mendatang.