Logo
Moto GP

Bagnaia Temukan Kembali Kecepatan di MotoGP Setelah 18 Bulan

Francesco Bagnaia, pembalap Ducati, merasa optimis setelah penampilan di Grand Prix Prancis, yang menandai kembalinya kecepatan di MotoGP setelah sekian lama.

B
Bayu Biru
15 May 2026 10 pembaca
Bagnaia Temukan Kembali Kecepatan di MotoGP Setelah 18 Bulan
Bagnaia Kembali Rasakan Kecepatan di MotoGP Setelah 18 Bulan - sumber: (motorsport)

Francesco Bagnaia, pembalap dari tim Ducati, merasakan peningkatan kepercayaan diri setelah balapan di Grand Prix Prancis. Ia menyatakan bahwa akhir pekan lalu merupakan momen pertama ia merasakan kecepatan di atas motor MotoGP sejak tahun 2024, yang menunjukkan adanya kemajuan dalam performanya.

Musim 2025 menjadi tantangan berat bagi Bagnaia, di mana hasil terbaik yang diraihnya hanya posisi kesembilan dalam empat balapan pertama. Kesulitan semakin bertambah dengan menurunnya daya saing Ducati, terutama saat bersaing dengan Aprilia yang kini menjadi tolok ukur baru di MotoGP untuk tahun 2026.

Uji Coba Positif di Jerez

Namun, hasil positif dari tes di Jerez memberikan harapan baru dan membawa tren yang baik ke Le Mans minggu lalu. Di sana, Bagnaia berhasil meraih posisi terdepan dalam sesi kualifikasi, mendapatkan podium dalam balapan sprint, dan sempat memimpin di posisi kedua sebelum mengalami kecelakaan di Tikungan 3 pada balapan utama.

Setelah kecelakaan tersebut, Bagnaia tampak frustrasi dan sempat menendang bale jerami serta cone sebelum kembali ke paddock menggunakan skuter. Dalam konferensi pers menjelang Grand Prix Catalunya, ia menyampaikan kekecewaannya karena kehilangan kesempatan untuk mengumpulkan poin penting dan membalikkan arah kampanyenya.

Tanggung Jawab atas Kecelakaan

Bagnaia, yang telah menjadi juara MotoGP dua kali, mengakui bahwa ia bertanggung jawab atas insiden tersebut, meskipun ia juga mencatat bahwa masalah serupa terjadi di Jerez dan kembali muncul di Prancis. Ia menjelaskan bahwa masalah yang dihadapinya bukan disebabkan oleh kesalahan teknis, melainkan berkaitan dengan perasaannya saat mengemudikan motor.

Pembalap berusia 29 tahun ini berharap, dengan kondisi permukaan sirkuit yang kurang mencengkeram di Circuit de Barcelona-Catalunya, ia dapat menentukan apakah performanya dapat diterapkan di berbagai jenis sirkuit. Setelah tes di Jerez, mereka menemukan arah yang dapat meningkatkan performa di Le Mans, dan kini fokus pada perbaikan detail lebih lanjut.

Bagnaia berharap dapat menemukan solusi yang tepat untuk tampil kompetitif sejak awal, seperti yang ditunjukkannya di Le Mans, mengingat hasil buruk yang ia alami di sirkuit ini tahun lalu ketika finis di posisi paling belakang atau mendekati posisi tersebut di semua sesi. Ia optimis bahwa usaha yang telah dilakukan dapat membantu meraih hasil yang lebih baik.

Artikel Terkait